Bawa Semangat Tangsel Jawara, Logo dan Maskot Porprov VII Banten Resmi Diluncurkan
Minggu, 3 Mei 2026 | 12:31
Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menabuh genderang kesiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten.
TANGERANG-Dua SMK di Kabupaten Tangerang siap melaksanakan ujian nasional online. Jumlah tersebut masih sedikit jika dibandingkan jumlah SMK Negeri dan Swasta yang ada di Kabupaten Tangerang yang kini berjumlah 145 sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Abdul Gani mengatakan, hanya dua sekolah yang terdaftar untuk mengikuti Ujian Nasional Darling (Online) 2015.
UN kali ini berbasis Computer Based Testing (BCT). Namun, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang belum menerima petunjuk teknis terkait pelaksanaan UN tersebut.
Abdul Gani mengaku, pihaknya masih menunggu verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Kementerian Pendidikan terkait pelaksanaan UN Online ini.
“Tidak semua sekolah memiliki sarana dan prsaran yang mencukupi. Makanya tidak semua sekolah siap,” ujarnya.
Dinas Pendidikan akan terus melakukan koordinasi dengan kepala sekolah terkait dengan UN. Baik itu UN online dan juga UN manual.
Tetapi, ia mengaku sidikit kebingungan. Mengingat, hingga awal bulan Maret ini Dinas Pendidikan belum bisa mensosilisasikan pelaksanaan UN itu ke semua sekolah.
“Kita masih menggu Juklak Juknisnya. Makanya, banyak juga sekolah yang menanyakan proses itu,” tandasnya.
Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menabuh genderang kesiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan inovasi layanan publik berbasis digital, Tangsel One, yang dilengkapi dengan asisten virtual Helita (Helo Kita Tangsel).
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews