Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:37
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TANGERANG-Berbagai alasan diungkapkan Yessi Caroline orangtua siswa sekolah dasar Tunas Mulia Montessori berinisial ASP yang dilaporkan ke polisi oleh pihak sekolah karena dirasa menjelekan nama sekolah.
"Itu curahan hati seorang ibu saat sedang drop. Sebenarnya, tidak ada kita tulis nama sekolah dan nama seseorang di Facebook. Itu hanya karena saya sedang sedih melihat kondisi anak saya," terang Yessi Caroline, Senin (19/10) yang ditemani Arif Setyanto suaminya. #Dituding terjadi Bully, SD Tunas Mulia Montessori Meradang
Adapun diakui dia, dirinya hanya menulis wilayah sekolah yakni Gading Serpong. Tapi tidak nama sekolah meski banyak yang tanya nama sekolahnya ke dirinya.
"Saya sebagai warga negara saya siap kalau diperiksa. Itu curahan seorang ibu karena saya lihat dia tak bisa tidur setiap malam. Hak kami melindungi anak kami," katanya.
Yessi mengatakan, dia bukan tidak responsif terhadap telepon dari sekolah. Ketika pihak sekolah telepon, dirinya sedang memeluk ASP lantaran tak mau ditinggal. "Jadi saya menulis tidak ada maksud menjelekan sekolah itu," terangnya.
Kenapa baru lapor ke sekolah setelah seminggu kejadian, karena setiap kali ditanya ada apa, ASP belum mau terbuka. "Setelah mengaku kelaminnya sakit dan badan panas, baru kita adukan ke sekolah. Kan anaknya enggak langsung cerita kalau kejadiannya kapan," tuturnya.
Pihak sekolah menyampaikam bahwa peristiwa itu terjadi pada 11 September, menurutnya itu bukan waktu kejadian. "Kami hanya sampaikan prinsipnya tendangannya menurut anak saya seperti yang diajarkan taekwondo. Mereka yang mengira-ngira tanggal segitu. Ternyata sangat pasif. Kita tunggu tetap mereka cuek," jelasnya.
Karena lambat, keluarga lalu melaporkan hal itu ke KPAI dan Dinas Pendidikan. Bahkan ketika dipanggil pun keluarga ini sengaja tak bisa datang karena ASP sedang dalam perawatan.
"Saya yang datang akhirnya. Tetapi kelihatan bukan mediasi. Malah minta bukti dan kapan waktunya," terang Jefri Santoso Pengacara keluarga tersebut.
Cenderung, kata Jefri, pihak sekolah seolah cuek saja bahkan meledek. Padahal sejak awal keinginan korban hanya meminta pertanggung jawaban."Korban tidak muluk-muluk hanya meminta pertanggung jawaban saja dari sekolah," tuturnya. Apakah ada bukti kekerasan kepada ASP, menurut dia, saksi dan bukti bahwa telah terjadi di area sekolah ada.
"Tetapi kita sembunyikan dulu," terang Jefri.
Sedangkan Arif mengatakan, keluarganya sebenarnya tak menuntut pelaku juga. Apalagi sang orangtua pelaku sudah meminta maaf kepada keluarganya. "Sekarang anak saya masih melakukan terapi," tandasnya.
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TODAY TAGDi tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengingatkan agar pelaku jasa konstruksi yang mengerjakan proyek pembangunan di Kota Tangerang agar tidak hanya mengejar margin keuntungan semata, namun juga memberi manfaat bagi masyarakat.
Langkah besar menuju logistik ramah lingkungan resmi diambil oleh JNE Tangerang di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews