Connect With Us

Penjelasan dari SGU Soal Kronologi Sengketa Lahan

RADEN BAGUS IRAWAN | Kamis, 26 Mei 2016 | 16:00

| Dibaca : 2691

Kampus Swiis German University (@TangerangNews 2016 / Raden Bagus Irawan)

TANGERANG- Pada tahun 2010, hubungan antar dua sahabat yakni Franky Wijaya sebagai owner Sinar Mas Land dan Chris Kanter menciptakan kerjasama hingga Swiss German University (SGU) maju dan memiliki kampus sejak 2010.

 

Sekitar tahun 2000, SGU adalah institusi pendidikan tersendiri yang ketika itu menyewa gedung di German Center. Ketika itu, SGU tidak ada ikatan apapun dengan BSD. Kemudian pada 2010 barulah masuk BSD dengan menawarkan lahan untuk pembangunan kampus. Saat itu direncanakan 10 hektare luasnya.   

 

“Jadi kalau bicara sejarah, saya adalah orang yang tepat sumbernya. Saya anaknya Chris Kanter. Awalnya memang ini karena hubungan antar sahabat, yakni owner Sinar Mas Land Franky Wijaya dengan ayah saya Chris Kanter. Saat itu kan BSD juga lagi ngebangun Edutown di wilayah situ, ditawarin ke SGU, kenapa enggak ngebangun kampus sendiri saja, akhirnya setuju, lalu buat perjanjian," kata Director of Communication SGU Christie Kanter, Kamis (26/5/2016).

 

Luas lahan, 10 hektare itu akan dibagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembangunan gedung perkuliahan dan lokasi olahraga. Sejak tahun 2010 pun, SGU resmi pindah dari gedung German Center ke gedung barunya yang telah dibangun oleh PT BSD.  Gedung itu  masih digunakan SGU sampai hari ini.

 Sedangkan, tahap kedua yang adalah pembangunan gedung serba guna dan gedung untuk administratif kampus, belum direalisasikan oleh PT BSD.

 

Dari tahun 2010 hingga 2013, pihaknya belum juga membayar kepada PT BSD atas pembangunan gedung yang mereka tempati. Menurut Christie, mereka baru akan membayar jika sudah dibangun dua gedung lainnya yang diklaim SGU terdapat dalam perjanjian.

 

"Masalah dimulai di tahun 2013. Pihak Sinar Mas Land mengirim surat penagihan. Pada MoU (Memorandum of Understanding) dijelaskan, kami harus membayar dari tahun ke satu sampai tahun ke tujuh sejak ditempati. Kami berpendapat, karena stage kedua belum jadi, makanya belum kami bayar," tutur Christie.

 

Pihak SGU tetap dengan pendirian bahwa mereka baru akan membayar lunas jika pembangunan tahap kedua telah rampung. Sedangkan PT BSD yang sudah membangun tahap pertama terlebih dahulu disebut ingin meminta pembayaran kepada SGU atas lahan dan gedung yang telah mereka tempati.

Dari beberapa kali surat menyurat dan pertemuan dengan PT BSD, pihak SGU mengaku belum ada keputusan final dari sengketa lahan ini. Masalah ini pun berkembang hingga menyebar di kalangan orangtua mahasiswa karena ada yang memuat tentang itu ke media sosial.

"Saya juga enggak tahu siapa yang upload ke media sosial, yang pasti, tahu-tahu sudah ramai. Kami agak susah untuk mencari siapa yang menyebarkan, jadi setiap ada orangtua mahasiswa yang bertanya, kami jelaskan dari awal," ujar Christie.

BANTEN
Tim Sukses Wahidin Halim Dilaporkan LSI Sungguhan

Tim Sukses Wahidin Halim Dilaporkan LSI Sungguhan

Jumat, 20 Januari 2017 | 16:00

TANGERANGNews.com-Uday Suhada, peneliti di Lembaga Survei Indonesia (LSI) bersama kuasa hukumnya melaporkan Ade Supriyadi tim sukses pasangan calon gubernur Banten Wahidin Halim-Andhika Hazrumy ke polisi karena memakai nama LSI.

KOTA TANGERANG
Papan Milik Kemenkum & HAM  di Gedung Baru SDN Sukasari 4 Masih Tertanam

Papan Milik Kemenkum & HAM di Gedung Baru SDN Sukasari 4 Masih Tertanam

Jumat, 20 Januari 2017 | 21:00

TANGERANGNews.com – Meski telah mulai ditempati, gedung baru SDN Sukasari 4 & Kota Tangerang, yang dibangun dekat kawasan pasar Babakan, tepatnya di depan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang hingga kini masih terdapat papan milik Kemenkum H

HIBURAN
Oon 'Project Pop' Tutup Usia Usai Tunaikan Shalat Subuh

Oon 'Project Pop' Tutup Usia Usai Tunaikan Shalat Subuh

Jumat, 13 Januari 2017 | 12:22

"Iya setelah shalat subuh," ujar Yossi , Jumat (13/1/2017).

TANGSEL
ICW Waspadai Langkah Plt Gubernur Banten  Soal Jual Beli Jabatan

ICW Waspadai Langkah Plt Gubernur Banten Soal Jual Beli Jabatan

Jumat, 20 Januari 2017 | 14:00

TANGERANGNews.com-Ade Irawan, Koordinator Indonesia Corruption Wacth (ICW) meminta kepada Plt Gubernur Banten untuk tidak melakukan praktek juyal beli jabatan di Provinsi Banten.

"Kita tidak membutuhkan alasan untuk menolong orang lain"

Anonim