Connect With Us

Rebut Kursi di PT Negeri, Primagama Tangerang Raya Gelar Tips & Trik

Advertorial | Selasa, 28 Februari 2017 | 09:00

| Dibaca : 1915

Ibu Hj. Euis Widyaningrum, MSi yang menjabat sebagai Kasubag DIkmen P& K Provinsi Banten (@tangerangnews 2017 / Raden Bagoes Irawan)

TANGERANGNews.com-Untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) favorit, siswa/siswi sekolah menengah atas (SMA) perlu mendapatkan tips and trik . Apa saja tips And trik agar siswa siswi tidak stress dalam menghadapi Ujian Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dan berbagai ujian mandiri yang menjadi tantangan mereka?

Primagama Tangerang Raya menggelar workshop guna memberikan strategi merebut satu kursi di PTN favorit dan unggulan SNMPTN/SBMPTN 2017.  Sebab, siswa siswi memerlukan bimbingan yang tepat agar tidak mengganggu aspek kognitifnya.

Oleh sebab itu, cara lain untuk menembus PTN favorit harus mulai dipertimbangkan. Saat ini, bimbingan belajar dengan cara privat memiliki potensi lebih besar untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan emosi anak. Anak akan bisa lebih belajar secara kondusif, terintegrasi, dan nyaman.

"Kami membuka strategi itu, tips And trik guna merebut kursi Perguruan tinggi negeri yang diingini," ujar Surya Gunawan, Ketua Sektor Primagama Tangerang Raya, Selasa (28/2/2017).
Dia mengatakan, sebelumnya pada tanggal 12 Februari 2017 di Gedung DPD Golkar Kota Tangerang, Primagama menggelar workshop tersebut.
"Kami memikirkan bagaimana anak-anak di Tangerang Raya ini dapat melanjutkan pendidikan mereka setinggi-tinggi mungkin," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut diikuti 500 peserta yang terdiri dari Siswa SMA Negeri / Swasta Sederajat Se Kota-Kabupaten Tangerang besarta Bapak / Ibu Guru Koordinator BK.
Umumnya para peserta mengaku ingin merebut kursi di PTN favorit yang masih sama seperti sebelumnya, yakni seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (UNPAD), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
"Kami menghadirkan Bapak DR.Setiyadi Widyawawan, MT yang merupakan Panitia Pengolah Data Primer SNMPTN / SBMPTN 2017 dari ITS. Selain itu juga acara Tersebut dibuka langsung Ibu Hj. Euis Widyaningrum, MSi  yang menjabat sebagai Kasubag DIkmeN P& K Provinsi Banten. Tak lupa ada sambutan Primagama Area Tangerang Raya oleh Bapak Akhmad Bastari, ST , Manager Area Jakarta 1," tuturnya.
Tunggu workshop berikutnya ya!

SPORT
Disaksikan Bupati Zaki, Ponpes Arrasyadiyyah Juarai LSN Banten

Disaksikan Bupati Zaki, Ponpes Arrasyadiyyah Juarai LSN Banten

Jumat, 21 September 2018 | 21:47

TANGERANGNEWS.com-Laga final Kompetisi Liga Santri Nasional (LSN) Region Banten tahun 2018 berakhir dengan kemenangan Pondok Pesantren

KOTA TANGERANG
Dua Pemuda ini Keroyok Pemotor Hingga Babak Belur Karena Tersinggung

Dua Pemuda ini Keroyok Pemotor Hingga Babak Belur Karena Tersinggung

Senin, 24 September 2018 | 17:04

TANGERANGNEWS.com-Dua tersangka pengeroyokan berinisial V, 21, dan IR, 22 meski mendekam di tahanan Polsek Benteng. Keduanya ditahan setelah memukuli seorang korban di Jalan Adipati, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

HIBURAN
Astrella Cahaya Luncurkan Album Perdana di Panti Asuhan Sayap Ibu Tangsel

Astrella Cahaya Luncurkan Album Perdana di Panti Asuhan Sayap Ibu Tangsel

Minggu, 2 September 2018 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Astrella Cahaya, penyanyi cilik pendatang baru di industri musik tanah air meluncurkan album perdananya. Album berjudul Meraih Mimpi itu diluncurkan di Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu, Bintaro Tangsel, Minggu (2/9/2018).

KAB. TANGERANG
Kesal 23 Tahun Fasos Fasum Terbengkalai, Ratusan Warga Adiyasa Ngadu ke Bupati

Kesal 23 Tahun Fasos Fasum Terbengkalai, Ratusan Warga Adiyasa Ngadu ke Bupati

Senin, 24 September 2018 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Ratusan warga perumahan Taman Adiyasa dan Bukit Cikasungka, Solear mendatangi kantor Bupati Tangerang di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Senin (24/9/2018).

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie