Connect With Us

Airin Terkejut ada Kampung Inggris di Tangsel

Yudi Adiyatna | Senin, 23 Oktober 2017 | 06:00

| Dibaca : 3663

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany saat di Kampung Konservasi Rimbun tempat pembelajaran bahasa Inggris di Jalan H Jamat, Buaran Serpong, Tangsel. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Sebuah Kampung Konservasi Rimbun yang terletak  di Jalan H Jamat , Buaran Serpong, Tangsel kini resmi diperkenalkan menjadi tempat pembelajaran bahasa Inggris bagi para generasi muda di Kota tersebut.

"Ini (Kampung Konservasi Rimbun) sudah dibangun dari bulan Agustus 2016, rencananya bulan Desember (2017) nanti selesai semua," kata Gusri Efendi, Pemilik Kampung Konservasi Rimbun di tempatnya, Minggu (22/10/2017)

Namun, menurutnya aktifitas di kampung ini sudah mulai berjalan, seperti proses belajar bahasa Inggris bagi anak-anak di wilayah sekitar dan konservasi tanaman yang sedang berjalan.

"Sekarang ada 51 anak dari RT 04/RW03, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong. Pengajarnya saat ini baru 5 orang, nanti akan bertambah seiring berjalannya kampung ini," jelasnya.

Dirinya juga mengaku bahwa kampung ini kedepannya akan menyerupai Kampung Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur dan bahkan bisa lebih baik lagi.

"Akan kita pindahkan Pare ke sini, insyallah ke depan kita akan hadirkan guru-gurunya, nanti ada pembina dari psikolog. Setiap rumah nanti setiap rumah ada penginapannya, dan bahkan lebih bagus dari Pare," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut  Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany sangat mengapresiasi kehadiran Kampung Inggris di Buaran, Serpong ini. Menurutnya tempat seperti ini sangat cocok dalam membangun kualitas masyarakat.

"Saya sangat menyambut baik tempat seperti ini, berinovasi dan berkreatif sesuai dengan apa yang saya harapkan" ungkapnya

Airin menuturkan  masyarakat Tangsel saat ini membutuhkan ruang terbuka, dan butuh ruang publik terutama yang dapat memberikan pilihan bagi mereka untuk ketempat-tempat destinasi edukasi dan lainnya.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dengan English Village ini, mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan dan menjadi kebiasaan bagi anak-anak kita," terangnya.

Ditambahkannya agar sasaran dari pembelajaran bahasa Inggris bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak melainkan juga orangtuanya agar dapat ikut mendidik anaknya.

"Saya tambahkan sedikit, mungkin nanti ibu-ibunya di English Village ini dibantu diberikan keterampilan berbahasa asing dan yang penting ada penyeleksian. Semoga kampung rimbun ini menjadi aset penting di wilayah Tangsel, dan juga dapat memberikan kontribusi ke generasi mendatang," tutupnya(DBI/HRU)

AYO! TANGERANG CERDAS
Paramount Land Ajari Pelajar SD  Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Paramount Land Ajari Pelajar SD Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Jumat, 27 Juli 2018 | 20:14

TANGERANGNEWS.com-Pengembang properti Paramount Land kembali menggelar kegiatan Green Schools di Paramount Nursery, Gading Serpong, KabupatenTangerang, Kamis

TANGSEL
Tega! Bayi Terbungkus Kain Dibuang di Pinggir Jalan Pondok Aren

Tega! Bayi Terbungkus Kain Dibuang di Pinggir Jalan Pondok Aren

Senin, 24 September 2018 | 12:48

TANGERANGNEWS.com-Warga di wilayah Kampung Utan, Jalan Bukit Mertilang, RT05/03, Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangsel dihebohkan dengan penemuan bayi yang terbungkus

HIBURAN
Astrella Cahaya Luncurkan Album Perdana di Panti Asuhan Sayap Ibu Tangsel

Astrella Cahaya Luncurkan Album Perdana di Panti Asuhan Sayap Ibu Tangsel

Minggu, 2 September 2018 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Astrella Cahaya, penyanyi cilik pendatang baru di industri musik tanah air meluncurkan album perdananya. Album berjudul Meraih Mimpi itu diluncurkan di Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu, Bintaro Tangsel, Minggu (2/9/2018).

TOKOH
Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Senin, 3 September 2018 | 15:22

TANGERANGNEWS.com-Kaum perempuan semakin memantapkan kiprahnya di ruang publik, salah satunya Ita Nurhayati, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi Program dan Data.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie