Connect With Us

Paramount Land Ajari Pelajar SD Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 27 Juli 2018 | 20:14

| Dibaca : 580

Program Green School Paramount Land, anak-anak sedang diajarkan cara membuat media tanam di program Green School Paramount Land, di Paramount Nursery, 26 Juli 2018. (TangerangNews.com/2018 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pengembang properti Paramount Land kembali menggelar kegiatan Green Schools di Paramount Nursery, Gading Serpong, KabupatenTangerang, Kamis (26/7/2018).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 80 siswa dan siswi SD dari sekolah Stella Maris International Schools, Gading Serpong. Mereka belajar tentang sistem hidroponik, bercocok tanam dan mengenal beragam jenis tanaman secara langsung bersama tim Nursery Paramount Land.

Program Green Schools adalah agenda rutin stewardship di bidang lingkungan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015 oleh Paramount Land. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 2 bulan sekali bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang berada di wilayah Gading Serpong dan sekitarnya, baik sekolah swasta maupun sekolah negeri. 

Program Green School Paramount Land,

Program Green Schools Paramount Land ini bertujuan untuk untuk menginspirasi anak-anak mengembangkan hubungan yang sehat antara manusia dan lingkungannya.

Dengan berinteraksi dengan tanaman akan mengembangkan pikiran dan tubuh mereka melalui aktivitas fisik secara spontan dan kreatif dengan alam, diantaranya bercocok tanam, mengenal beragam jenis tanaman, teknik menanam hidroponik, dan melihat area pembibitan tanaman yang berada di Paramount Nursery. 

Pada kesempatan kali ini, pelajar Stella Maris International Schools diberikan edukasi tentang pentingnya mencintai alam, berpartisipasi dalam menanam dan membuat media tanam sendiri untuk pembudidayaan tanaman, memetik sayur dan belajar teknik menanam. Mereka juga dapat membawa pulang tanaman yang sudah mereka tanam sendiri. 

Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land mengatakan,  pihaknya menyadari dalam menjalankan bisnis, bahwa Paramount tumbuh bersama masyarakat, sehingga sudah menjadi tanggung jawabnya untuk memberikan manfaat positif ke masyarakat sekitar.

"Kegiatan Green Schools Paramount Land ini merupakan salah satu wujud kepedulian perusahaan dalam memupuk rasa cinta terhadap lingkungan, kebersihan, dan keindahan," jelasnya Jumat (27/7/2018).

Ervan menambahkan, program ini akan terus dikembangkan, sehingga menanam dan memelihara pohon menjadi bagian budaya masyarakat, khususnya anak-anak.

"Ini merupakan modal dasar yang sangat baik, karena lingkungan yang lestari dan terjaga akan menjadi warisan alam yang sangat baik untuk generasi berikutnya dan juga dapat dinikmati oleh generasi saat ini,” lanjut Ervan.(RAZ/HRU)

BANDARA
Asian Para Games 2018 Berakhir, 1.600 Atlet Padati Bandara Soekarno-Hatta

Asian Para Games 2018 Berakhir, 1.600 Atlet Padati Bandara Soekarno-Hatta

Minggu, 14 Oktober 2018 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Perhelatan Asian Para Games 2018 secara resmi ditutup. Kontingen mulai kembali ke negaranya masing-masing melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

BANTEN
18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

Kamis, 4 Oktober 2018 | 15:34

TANGERANGNEWS.com-Hari ini, 4 Oktober 2018, Provinsi Banten genap berusia 18 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah daerah otonom hasil

KAB. TANGERANG
Lindungi Hak Pilih, Warga Tangerang Diimbau KPU Cek Data Pemilih

Lindungi Hak Pilih, Warga Tangerang Diimbau KPU Cek Data Pemilih

Rabu, 17 Oktober 2018 | 18:16

TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara serentak meluncurkan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP), salah satunya di Kabupaten

TANGSEL
Sambut Kirab Satu Negeri, Airin: Momen Ini Menguatkan Nasionalisme

Sambut Kirab Satu Negeri, Airin: Momen Ini Menguatkan Nasionalisme

Rabu, 17 Oktober 2018 | 17:28

TANGERANGNEWS.com-Perjalanan Kirab Satu Negeri Ansor zona Sabang telah sampai di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Rombongan pun disambut

"Hidup lah untuk memberi yang sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima yang sebanyak-banyaknya"

Andrean Hirata