Connect With Us

Program Listrik 35 Ribu MW, SMK OL BSD Diminta Cetak Teknisi

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:46

SMK Ora et Labora di BSD, Tangsel. (TangerangNews.com/2018 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah saat ini tengah gencar melakanakan program listrik 35 ribu megawatt (MW) dengan membangun sejumlah infrastruktur. Namun mega proyek itu membutuhkan banyak tenaga teknisi yang saat ini dinilai masih kurang.

Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan Hamid Muhamad saat hadir dalam peresmian gedung SMK Ora et Labora (OL) jurusan teknik pembangkit listrik di BSD, Tangsel,  Kamis (18/10/2018).

"Program 35 gigawatt (35 ribu megawatt) sedang dijalankan pemerintah, untuk itu teknisinya mesti disiapkan," katanya.

sekolah

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan Hamid Muhamad (Kanan) bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Ora et Labora Edwin Soeryadjaya (Kiri) melihat alat praktik.

Karena itu, Hamid berharap SMK Ora et Labora bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan mencetak lulusan teknik yang terampil dan profesional. 

"Saya mengapresiasi dibangunnya SMK Ora et Labora, ini bisa menjawab kebutuhan teknisi untuk mendukung program pemerintah," ungkapnya. 

Presiden Direktur Adaro Energy Muhamad Efendi mengatakan pihaknya tengah membangun proyek pembangkit listrik baru berdaya 2 x 100 MW di Kalimantan Selatan dan 2 x 1.000 MW di Jawa Tengah. Proyek tersebut pun membutuhkan tenaga teknik di berbagai bidang seperti operasional dan maintenance. 

"Bayangkan saat nanti (pembangkit listrik) berjalan,  orangnya tarik-tarikan semua. Dari pembangkit yang lain diambil tenaganya, untuk ngisi yang kosong. Ini tidak bagus. Kalau SMK bisa menyiapkan tenaga, jadi bisa memenuhi keperluan tadi," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Ora et Labora Sandy Rahaju mengatakan,  sejak selesai dibangun, SMK memiliki dua angkatan. Siswa akan mengikuti pendidikan selama 4 tahun dimana 3 tahun belajar teori dan praktik  di sekolah, 1 tahun mengikuti tugas pelatihan di lapangan. 

"Metode pengajarannya yaitu 35 persen teori dan 65 persen praktik,  termasuk praktik di perusahaan rekanan," jelasnya. 

Salah satu siswa mengecek alat praktikum.

Salah satu siswa mengecek alat praktikum.

Untuk memastikan tenaga terampil memiliki kualitas pendidikan terbaik,  SMK OL menghadirkan pengajar unggulan dan berkualitas di bidangnya. Para siswa juga diampingi trainer profesional dari perusahaan pembangkit listrik seperti Paiton Energi dan Adaro Power. 

Selain itu, menggandeng Central Industrial Technology Enterprise (CITE), sebuah lembaga berbasis industri dan berorientasi sosial yang teruji di dunia. 

"Ini merupakan SMK dengan spesialisasi pembangkit listrik yang pertama di Indonesia. Memiliki standar dan kualitas tinggi pada tenaga pengajar dan kurikulum sehingga SMK Ora et Labora menjadi salah satu yang terbaik," jelasnya.(RAZ/HRU)

NASIONAL
BGN Akui MBG Bikin Stok Susu UHT di Minimarket Menipis

BGN Akui MBG Bikin Stok Susu UHT di Minimarket Menipis

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:05

Ketersediaan susu UHT di sejumlah minimarket dilaporkan menipis dalam beberapa hari terakhir. Di beberapa lokasi, rak susu tampak kosong, bahkan ada gerai yang membatasi jumlah pembelian untuk jenis susu tertentu.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Rabu, 7 Januari 2026 | 19:00

enaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang patut diapresiasi. Namun, pertanyaan mendasarnya bukan sekadar soal angka, melainkan arah manusia yang sedang dibentuk.

KAB. TANGERANG
1 Tahun Berjalan, Penerima MBG di Kabupaten Tangerang Capai 300 Ribu Orang

1 Tahun Berjalan, Penerima MBG di Kabupaten Tangerang Capai 300 Ribu Orang

Kamis, 8 Januari 2026 | 21:07

Sudah satu tahun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, penerima manfaat di Kabupaten Tangerang mencapai ratusan ribu.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill