Connect With Us

Pendidikan Harus Bisa Mewujudkan Perdamaian

Maya Sahurina | Minggu, 28 Oktober 2018 | 12:54

Seminar Internasional bertajuk “Education and Peace Buliding" di gedung Dikti lt 4 Islamic Village, Jum'at (26/10/2018) kemarin. (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Dunia pendidikan memiliki tugas untuk membentuk kepribadian, menanamkan semangat perdamaian pada peserta didik. Salah satu tujuan pendidikan adalah menghasilkan insan - insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, melainkan juga cerdas secara emosional. Dengan demikian, nilai-nilai kemanusiaan menjadi pelita yang menerangi pikiran dan tindakan setiap insan.

Hal itu salah satu yang ingin diwujudkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Islamic Village (STIT IV) sehingga digelarlah Seminar Internasional bertajuk “Education and Peace Buliding" di gedung Dikti lantai 4 Islamic Village, Jum'at (26/10/2018) kemarin.

Dikatakan Ketua Pelaksana seminar tersebut, Latifatul Khasanah, MA, seminar itu sebuah kegiatan akademik yang terfokus pada pendidikan dan membangun perdamaian. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para dosen, mahasiswa dan masyarakat tentang pentingnya sebuah perdamaian," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, tujuan lainnya seminar itu yakni terjalinnya hubungan kerjasama antar negara serta mempersiapkan dan meningkatkan  kualitas lembaga STIT menuju kampus yang bertaraf internasional. 

"Sehingga diharapkan dengan mengikuti seminar internasional ini, peserta mendapatkan kesimpulan tentang  bagaimana pentingnya membangun perdamaian melalui jalur pendidikan," jelasnya.

Sementara, Ketua STIT Islamic Village Dr. H. Muhyiddin Thohir Tamimi, MA, mengatakan kampus tersebut sedang tahap pengembangan dan pembangunan menuju universitas bertaraf World Class University (WCU). Kata Muhyiddin, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Qatar, Jordania, Malaysia dan Singapura. 

Selain itu, untuk mempersiapkan mahasiswanya ke jenjang internasional, kampus itu juga telah menjajaki kerjasama dengan badan alumni di Thailand untuk menempatkan mahasiswanya melaksanakam kegiatan PPL dan PKL disana.

"Dan Alhamdulillah semua telah diterima dengan baik oleh pihak sana. Bahkan akan ada pertukaran antar mahasiswa dari kampus STIT Islamic Village dengan  mahasiswa di Thailand," ujarnya.

Ia juga berharap, mahasiswa dan alumni kampus tersebut untuk terus membuka cakrawala berfikir sebagai bagian dari masyarakat dunia. Sehingga mahasiswa dan dosen didorong untuk berwawasan internasional.

"Pesan saya kepada mahasiswa kita sebagai orang Indonesia tak perlu rendah diri ketika berhadapan dengan orang luar negeri. Justru kita harus tampil percaya diri bahkan mampu lebih baik dari mereka," tandasnya.(MRI/RGI)

BANTEN
Hasil CKG di Banten: Masalah Gigi Berlubang dan Mata Rabun Paling Banyak Diderita Anak-anak

Hasil CKG di Banten: Masalah Gigi Berlubang dan Mata Rabun Paling Banyak Diderita Anak-anak

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:24

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat sebanyak 5.969.889 warganya telah memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

PROPERTI
Bidik Peluang Bisnis di Gading Serpong, Paramount Land Luncurkan Tiga Produk Komersial 

Bidik Peluang Bisnis di Gading Serpong, Paramount Land Luncurkan Tiga Produk Komersial 

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:06

Paramount Gading Serpong memperkenalkan ‘The Finest Commercial Selection’, rangkaian tiga produk komersial baru yang menyasar kebutuhan pelaku usaha dan investor.

NASIONAL
PLN Targetkan Kapasitas Panas Bumi 7,9 GW pada 2033, Indonesia Dibidik Jadi Terbesar Dunia

PLN Targetkan Kapasitas Panas Bumi 7,9 GW pada 2033, Indonesia Dibidik Jadi Terbesar Dunia

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:44

PT PLN (Persero) menargetkan peningkatan kapasitas terpasang energi panas bumi atau geotermal nasional dari 2,8 gigawatt (GW) saat ini menjadi 7,9 GW pada 2033.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill