Connect With Us

Rudiantara Ingin Tiru Silabus Perusahaan Teknologi Asing, Ini Alasannya

Maya Sahurina | Selasa, 12 Maret 2019 | 20:00

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Rudiantara, saat menghadiri acara kelulusan 200 Graduati Apple Developer Academy  di Green Office Park BSD, Selasa (12/3/2019). (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Rudiantara akan mengadopsi beberapa silabus dari perusahaan global technology di luar negeri untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. 

Hal tersebut dikatakan Rudiantara saat menghadiri acara kelulusan 200 Graduati Apple Developer Academy di Green Office Park BSD, Selasa (12/3/2019).

"Kalau kita buat silabus sendiri lama, kalau global tech company mereka pasti bagus silabusnya, kurikulumnya juga bagus. Ya sudah kita pinjam saja, studi tiru saja, jangan dibanding lagi," ujarnya.

Meskipun demikian, Rudiantara menambahkan, tidak akan menerapkan silabus tersebut secara serta merta, namun akan memodifikasi dan memilah sesuai kebutuhan di Indonesia. 

"Silabusnya akan kita bawa ke Indonesia, dan kita pilih mana yang cocok di Indonesia, kita terapkan di Indonesia, kan pilot project sudah dilakukan," katanya. 

Sementara untuk biaya sendiri, Rudiantara mengatakan adopsi silabus tersebut tidak mengeluarkan biaya, pasalnya hal tersebut merupakan kontribusi para perusahaan.

"Gratis, itu kontribusi dari perusahaan teknologi tersebut, karena mereka juga kesulitan cari sumber daya manusia, cari_ digital talent_ level teknisi saja sulit, sudah ada Google, Microsoft, Seisco," jelas dia. 

Selain itu, pihaknya pun telah menyiapkan dana sekira Rp140 Miliar untuk membiayai program tersebut yang berupa honor dosen dan kelas pembelajarannya. Setelah peserta lulus, mereka akan diberikan sertifikasi. Program ini juga bekerjasama dengan sebuah platform yang mencari talenta digital. 

"Kita lihat kandungan lokal harus fleksibel gak bisa cuma buat pabrik disini. Bagaimana kita bisa berkompetisi dengan Tiongkok, kan mereka bangun pabrik disana. Jadi bisa dalam bentuk hardware, software, bisa juga komitmen invest, 

Kita yang penting memberikan nilai tambah ke masyarakat Indonesia," tutupnya.(MRI/RGI)

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

HIBURAN
Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Busana Imlek 2026 Timeless di Pendopo Alam Sutera, Cocok Digunakan Harian

Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Busana Imlek 2026 Timeless di Pendopo Alam Sutera, Cocok Digunakan Harian

Minggu, 8 Februari 2026 | 20:20

Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, dunia fesyen tanah air kembali diramaikan dengan gebrakan inovatif yang memadukan tradisi dan gaya hidup modern.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill