Connect With Us

UPH Akan Gelar Concert Rapsodia Nusantara untuk Papua Damai

Redaksi | Rabu, 16 Oktober 2019 | 21:47

Juliana Suhindro Putra – Dosen DKV UPH : Ananda Sukarlan;  Debra H. Yatim  - Wakil Ketua Dewan Pengurus Yayasan Tiva ; Jacklevyn Frits Manuputty - Dewan Pengurus Yayasan Tifa saat Press Conference, 15 Oktober 2019. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Berbagai pihak berharap kondisi keamanan di Papua segera pulih. Konflik berkepanjangan segera berakhir, Papua kembali dalam situasi aman, tentram dan damai.

Mendorong hal tersebut segera terwujud, Yayasan Tifa pun kembali menerbitkan buku berjudul “Dialog–Jakarta Papua: Sebuah Perspektif Papua” karya salah satu tokoh perdamaian Papua, Pater Neles Tebay. 

Selain itu, Yayasan Tifa juga menggandeng komponis internasional Ananda Sukarlan untuk bersama-sama menggaungkan pesan perdamaian di Papua sekaligus mengenang Pater Neles Tebay yang wafat pada 14 April 2019 lalu. 

Karya Ananda Sukarlan yang dipersembahkan bagi Papua merupakan karya lanjutan dari musik klasik ciptaannya yang berjudul Rapsodia Nusantara No. 24. Setiap rapsodi didasarkan pada satu lagu daerah di setiap provinsi di Indonesia. 

“Rapsodia Nusantara No. 24 ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Papua kepada dunia internasional melalui musik, sekaligus mengenang salah satu tokoh perdamaian Papua  Pater Neles Tebay. Saya mengambil dari lagu daerah Kabupaten Dogiyai-Papua yang merupakan tempat kelahiran Pater Neles Tebay,” ujar Ananda Sukarlan dalam keterangan tertulis yang diterima TangerangNews Rabu, (16/10/2019).

Selain lagu, karya ini dituangkan dalam satu buku khusus yang berisi partitur Rapsodia Nusantara No. 24, sehingga setiap orang yang memainkan partitur tersebut tahu bahwa karya ini dikhususkan untuk mengenang Pater Neles Tebay dan memperkenalkan budaya Papua.

“Melalui kekuatan musik, segala hal yang tidak dapat disampaikan melalui kata-kata menjadi dapat tersampaikan karena musik mampu mengoyakkan emosi para pendengar. Jadi, pendengar dapat tahu pesan yang ingin disampaikan, terutama orang-orang yang berasal dari luar daerah ini”, tambahnya. 

 

Kegiatan ini turut didukung oleh Universitas Pelita Harapan (UPH) sebagai salah satu institusi yang sudah sejak lama memiliki kepedulian terhadap Papua, terutama dalam bidang pendidikan.

Di UPH, Ananda akan memberikan Piano Masterclass,  pada 30 Oktober 2019, dan Music Composition Seminar, dilanjutkan dengan interactive talk show pada 31 Oktober 2019 yang terbuka bagi mahasiswa Fakultas Musik UPH, serta publik. 

Puncak kunjungannya di UPH, Ananda menggelar Gala Concert bertajuk ‘Indonesia in Harmony’ dan menampilkan karya terbarunya Rapsodia Nusantara No. 24 setelah perdana tampil di Ubud Writers dan Readers Festival 2019,  konser ini berlangsung di Grand Chapel kampus UPH, pada 31 Oktober 2019, pukul 18.00 WIB.(MRI/RGI)

NASIONAL
Ada Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen dari PLN, Cek Syaratnya

Ada Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen dari PLN, Cek Syaratnya

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:45

PT PLN (Persero) memberikan diskon biaya penyambungan tambah daya listrik sebesar 50 persen melalui program “Energi Berdikari” dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81. Promo tersebut berlaku mulai 22 Oktober hingga 4 November 2026.

TANGSEL
Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:16

Berulangnya insiden perundungan yang menimpa pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memicu keprihatinan serius dari jajaran DPR RI.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill