Connect With Us

Ayah & Bunda, Tanamkan Sikap Kritis kepada Buah Hati Sejak Dini

Mohamad Romli | Sabtu, 4 Juli 2020 | 13:11

| Dibaca : 600

Seorang anak tengah mengakses media sosial Youtobe. (TangerangNews / Mohamad Romli)

 

TANGERANGNEWS.com-Fase perkembangan anak membutuhkan pendampingan intens dari orang dewasa. Kemudahan mengakses internet membuat anak segala usia mudah mendapatkan informasi dan tontonan.

Kadang, tak semua konten di media sosial dan internet tersebut sesuai dengan usianya. Di sinilah peran orang dewasa sangat penting untuk memberikan penjelasan.

Usia anak, terlebih pada fase sebelum masuk bangku sekolah dasar, adalah fase kritis. Anak banyak mencari informasi dari lingkungan sekitar serta media lainnya.

Kondisi yang mengkhawatirkan saat ini, anak-anak sangat familiar dengan gadget, terutama konten-konten di Youtobe.

Anak dengan jari lentiknya bisa mengakses tayangan apapun, namun lebih banyak tayangan permainan (games).

Tak sedikit games yang kontennya bermuatan kekerasan yang dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang kejiwaan anak.

Penulis fiksi ternama, Eka Kurniawan, berbagi cerita bagaimana menanamkan sikap kritis pada buah hatinya. Dalam tulisan yang diunggah di akun media sosial miliknya, Eka yang terkenal karena novel Manusia Harimau serta beberapa judul lainnya sempat dikagetkan oleh pertanyaan anaknya.

"Minggu lalu, saya banngun tidur siang dan menemukan anak saya, 9,5 tahun, duduk menunggu. Biasanya ada sesuatu yang ingin dia ceritakan. Saya pun bersiap pasang telinga," tulis Eka dalam status laman Facebooknya, 16 jam lalu saat diakses TangerangNews, Sabtu (4/7/2020) pukul 12.00 WIB.

“Ayah tahu enggak, di Amerika ada polisi nginjek orang kulit hitam sampai mati,” tanya sang anak kepada Eka.

Eka pun mengaku pura-pura tak tahu, “Oh, ya?” jawab Eka kepada buah hatinya.

“Iya. Dan tahu enggak, di Papua juga begitu,” jawab sang anak yang cukup membuatnya terkejut.

Eka menceritakan, ia biasa mengajari anaknya hal-ihwal sosial-politik, biasanya masih hal-hal sederhana. Tapi, itu kesempatan bagi Eka untuk bicara tentang rasialisme, tentang Papua dalam konteks Indonesia, dan sedikit tentang polisi (dan tentara).

Namun, di luar itu, ada hal yang lebih penting segera diketahui, yaitu sumber informasi sang anak.

"Dia menyebut kanal video. Saya tanya lagi, emang kanal itu bisa dipercaya? Dia bilang, dia juga melihat berita itu sekilas di TV," tulis Eka.

Eka berpendapat, sangat penting menanamkan ke anak terkait sumber informasi. Dia menegaskan, dirinya harus memastikan sumber informasi anaknya. "Jika mungkin, cek kredibilitas sumber," kata dia.

Banyak orang menganggap urusan melek literasi selesai dengan anak suka membaca. Bagi pria berkacamata itu, tidak. Tantangan lebih berat justru ketika sumber bacaan (informasi) bisa diperoleh dengan mudah, bahkan tanpa mencarinya. Anak harus memiliki kemampuan tak hanya bisa menjadikan dirinya sebagai pembaca, namun juga harus menjadikan dirinya editor dan pengecek fakta.

"Kita mungkin udah kehilangan harapan berhadapan dengan orang-orang dewasa urusan sumber, sumber dan sumber. Lelah dengan media yang menyajikan fakta sumir, mendekati gosip. Tapi, setidaknya bisa membiasakan anak-anak dengan pertanyaan-pertanyaansederhana, “Siapa yang mengatakannya?”, “Dari mana kamu tahu itu?”, “Gimana kamu yakin itu bener?”, dan sejenisnya," terangnya.

OPINI
KSOC: Model Kompetensi Auditor Syariah pada LKS

KSOC: Model Kompetensi Auditor Syariah pada LKS

Selasa, 20 Oktober 2020 | 11:05

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim

BANDARA
Miliki Senpi Ilegal, Direktur Ini Ditahan Polres Bandara Soetta 

Miliki Senpi Ilegal, Direktur Ini Ditahan Polres Bandara Soetta 

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:21

TANGERANGNEWS.com–Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengamankan seorang direktur perusahaan swasta berinisial SAS, 55, karena kedapatan memiliki sepucuk senjata api tanpa dilengkapi surat kepemilikan

TOKOH
Wulan Guritno & Nugie Terpesona dengan TOD BSD City Tangerang

Wulan Guritno & Nugie Terpesona dengan TOD BSD City Tangerang

Selasa, 6 Oktober 2020 | 10:55

TANGERANGNEWS.com-Kawasan transit oriented development (TOD) Intermoda

AYO! TANGERANG CERDAS
Pelajari Ilmu Jurnalistik hingga Kewirausahaan, 15 Peserta Rampungkan The Journalist Fellowship Program 

Pelajari Ilmu Jurnalistik hingga Kewirausahaan, 15 Peserta Rampungkan The Journalist Fellowship Program 

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 12:20

The Journalist Fellowship Program tahap pertama (Batch I) yang merupakan kolaborasi dari konsultan komunikasi Maverick Indonesia dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, rampung kemarin.

"Putuskan Hubungan pada orang palsu untuk alasan yang benar. Bukan memutuskan orang benar dengan alasan Palsu."

Rather Aadil