Tim SAR Cek Benda Mirip Kapal Terbalik Dekat Anak Krakatau, Hasilnya Nihil
Kamis, 17 September 2026 | 09:59
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
TANGERANGNEWS.com–Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) resmi mengukuhkan ribuan mahasiswa baru dalam prosesi masa ta’aruf (masta) dan program pengenalan studi, almamater (propesa) tahun akademik 2022/2023.
Acara yang diikuti 3.155 dari 3.785 mahasiswa baru ini mengambil tema “Bergerak Menembus Batas dalam Intelektualitas dan Humanitas".
Adapun pengukuhan berlangsung di Gedung Tangerang Convetion Center (TCC), Jalan Merdeka Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu, 27 Agustus 2022.
Pantauan TangerangNews, Gedung TCC tampak tidak cukup menampung keseluruhan mahasiswa baru, sehingga beberapa mahasiswa baru duduk di bagian luar gedung.
"Kegiatan ini dihadiri oleh begitu banyak orang, setelah insyaallah pandemi Covid-19 akan segera berakhir. Namun, kita tetap harus patuhi protokol kesehatan," ujar Rektor UMT Ahmad Amarullah.
Amarullah menjelaskan, masta dan propesa ini merupakan acara perdana secara kolosal dan luring, lantaran dua tahun sebelumnya hanya diselenggarakan secara daring dan terbatas selama, karena pandemi Covid-19.
Amarullah mengatakan, kegiatan Masta dan Propesa ini wajib diikuti mahasiswa UMT. Menurutnya, masta dan propesa ini akan menjadi salah satu prasyarat untuk menyelesaikan pendidikan di UMT.
Amarullah berpesan kepada para mahasiswa baru untuk mulai membiasakan diri dengan kehidupan kampus. Sebab, aktivitas kampus berbeda dengan kehidupan masa sekolah.
"Di UMT insyaallah akan diisi dengan aktivitas-aktivitasnya sehingga lulusan UMT menjadi insan kamil," katanya.
Amarullah menyampaikan, masa menjadi mahasiswa adalah momen yang tepat untuk mengembangkan ilmu akademik maupun non akademik.
Maka, ia meminta mahasiswa baru untuk aktif di organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
"UMT menyediakan berbagai beasiswa bagi kalian apabila memenuhi ketentuan-ketentuan tertentu," ucapnya.
TODAY TAGVideo benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews