Minggu, 24 Agustus 2014

 
 
Senin, 7 Desember 2009 18:39 WIB
Dibaca : 1544854
 

Wali Kota Tangerang Dituntut Revisi UMK 2010

/
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A

TANGERANGNEWS-Ratusan buruh yang tergabung dalam Komite Buruh dan Aliansi Buru Kota Tangerang, Senin (7/12) berunjukrasa didepan gedung pusat pemerintah kota. Mereka nenuntut Wali Kota Tangerang H Wahidin Halim untuk merevisi Upah Minimum Kota (UMK) 2010 sebesar Rp 1.118.000 menjadi Rp 1.171.601.

Dalam aksinya, 500 buruh yang berasal dari organisasi KASBI, GASPERMINDO, FSPMI, SBSI 92, TSK-SPSI, LEM-SPSI, dan RT-MM SPS ini menilai UMK sebesar Rp 1.171.601, merupakan jumlah yang sama dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) berdasarkan survei Dewan Pengupahan Kota.

"UMK sekarang sangat jauh dari kebutuhan layak, sehingga dapat menyengsarakan kaum buruh. Untuk itu kami menuntut Wahidin untuk merevisinya" ungkap Koswara, kordinator aksi buruh dari KASBI.

Sebelumnya, UMK Kota Tangerang sendiri sudah disahkan Gubernur Banten Ratu Atut, 20 November 2009, setelah direkomendasi oleh Wali Kota. Dalam surat Wali Kota Tangerang kepada Gubernur Banten, dicantumkan tuntutan upah Rp 1.118.000.

Menurut Koswara, pada awal pengusulan UMK, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta Rp 1.108.000, sedangkan buruh meminta Rp 1.171.601. Karena percecokan tersebut, akhirnya Wali Kota mengambil kebijakan dengan memutuskan UMK sebesar Rp 1.118.000. Namun keputusan tersebut  membuat para buruh kecewa.

"Wali Kota telah menindas kaum buruh. karena hal itu, setiap tahun kami turun ke jalan untuk menuntut hak kami. Kami percaya dengan garis masa bisa membuat perubahan," ungkapnya.(rangga)
 
 
Kamis, 21 Agustus 2014 18:26 WIB
Terima Uang Rp125 Juta, Komeng Dilaporkan Polisi
 
 
Minggu, 17 Agustus 2014 12:24 WIB
PT Angkasa Pura II Gelar Flash Mob di Soekarno-Hatta
 
 
Kamis, 14 Agustus 2014 18:04 WIB
Arief Nurut Keputusan Mendagri Terkait Batas Bandara
 
 
 
Sabtu, 23 Agustus 2014 16:51 WIB
Kisah Pilu Gadis 12 Tahun Kesurupan Diperkosa Bos
 
Sabtu, 23 Agustus 2014 16:41 WIB
Ini Alasan Herman Percaya Komeng Bisa Berikan Proyek
 
 
Sabtu, 23 Agustus 2014 11:03 WIB
Pemerkosaan Sadis di Tigaraksa, Tangan korban diiris