Jum'at, 1 Agustus 2014

 
 
Rabu, 19 Mei 2010 15:39 WIB
Dibaca : 11027662
 

Melihat Sekolah Negeri Bertaraf Internasional di Tangerang

Para siswa-siswi SMA Negeri 1 tangerangnews / dens
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A
TANGERANGNEWS- Rintisan sekolah bertaraf Internasional (RSBI) saat ini tengah menjamur. Namun, di Kota Tangerang, hanya ada dua sekolah negeri yang bertaraf Internasional, yakni SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 8. Bahkan se-Provinsi Banten baru 10 sekolah Negeri yang bertaraf Internasional. Padahal peminatnya dipastikan, hampir seluruh siswa-siswi ingin bersekolah dengan fasilitas selengkap di RSBI.
 
Melihat dari dekat RSBI di SMA Negeri 1, Kota Tangerang yang berada di Jalan Daan Mogot (depan Polres Metro Kota Tangerang), sekolah yang sudah memenuhi seluruh standar nasional pendidikan dan diperkaya dengan mengacu standar pendidikan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)  itu, ternyata tahun lalu ada 700 siswa-siswi SMP yang mendaftarkan diri ke sekolah tersebut, dari 214 yang diterima. Padahal nilai (nem)yang mendaftar rata-rata minimal 37,15. 
 
Koordinator Program RSBI SMAN 1, Kota Tangerang, Sulasim mengatakan, tinggi sekali siswa yang ingin belajar di sekolah itu. Apalagi, kalau dibandingkan dengan sekolah lain, SPP di SMAN 1 sebesar Rp350 ribu. “Dengan uang SPP sebesar itu perbulan, siswa tidak lagi dibebani biaya apapun, termasuk biaya ekstra kurikuler maupun dana sumbangan pembangunan (DSP),” ujarnya.
 
Sedangkan di sekolah biasa, para siswa masih membayar biaya-biaya tersebut. Sebenarnya biaya di RSBI ini lebih ringan di banding sekolah lain yang setiap ada kegiatan bayar.
 
Dan apabila di sekolah RSBI tersebut terdapat siswa yang berprestasi baik dan orang tuanya tidak mampu, pihak sekolah menyiapkan bea siswa melalui kartu multiguna yang dikeluarkan oleh Pemkot angerang, sehingga siswa tersebut akan mendapat keringanan SPP hingga mencapai 50 persen. “Di sini dari 785 siswa yang duduk di kelas 1,2 dan 3, 105 diantaranya mendapat bea siswa, “ tuturnya.

Adapun perbedaan di RSBI dengan sekolah biasa, yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) Nasional disejajarkan dengan kurikulum berstandar Internasional, seperti di Inggris.
 
Diantara mata pelajaran yang bertingkat Internasional untuk jurusan IPA adalah, Fisika, Biologi, Matematika dan teknik informasi komputer (TIK). Sedangkan  jurusan IPS yaitu, sejarah dan agama. Sehingga dalam menghadapi soal ujian harian dan semester menggunakan bahasa Inggris.

Begitupula dengan fasilitas sekolah, ruangan kelas di RSBI dilengkapi dengan pendingin udara, laptop, LCD dan WIFI.
 
Awalnya RSBI di SMAN1 ini hanya satu kelas. Tapi sejak tahun 2006 lalu, semuanya ditingkatkan menjadi RSBI dengan tujuan  untuk mengantisipasi terjadinya kesenjangan diantara siswa. “Sewaktu dulu sempat ada kecemburuan antar siswa, sehingga kini diterapkan seluruh kelas bertaraf Internasional,” katanya.  

Lebih jauh Sulasim menjelasnya, ditingkatkannya sekolah itu dari sekolah biasa ke RSBI dengan tujaun untuk mencetak siswa yang berkualitas. Itu terbukti dengan dilibatkannya tiga orang siswa di sekolah tersebut untuk tampil di olimpiade  komputer di Bulgaria dan Kairo pada tahun 2009 lalu. Dan dalam kejuaraan tersebut tiga orang siswa RSBI itu, masing-masing Risan, Yolanda dan Monica Agnes mampu meraih  medali perunggu.

Sementara itu, Dana Avantara, Siswa Kelas II IPA 4 di sekolah tersebut mengatakan, dirinya memilih sekolah di SMA Negeri 1 karena selaian biayanya tidak beda jauh dengan sekolah biasa, kualitas di sekolah tersebut juga bisa diandalkan. “Yah minimal yang terpenting, di sini kami tidak gagap teknologi,” katanya.(dira)

 
 
 
Kamis, 31 Juli 2014 16:10 WIB
Burhanudin Muhtadi Akan Maju di Tangsel?
 
 
Kamis, 31 Juli 2014 10:23 WIB
Pintu M1 Dibuka Sementara