Connect With Us

DPD KNPI Provinsi Banten Dibilang Tak Punya Etika

| Jumat, 3 Juni 2011 | 16:05

Mustofa Kamaludin Sekretaris DPD KNPI Kota Tangerang. (tangerangnews / dira)


TANGERANG-Menyusul akan digelarnya Rapat Kerja (Raker) KNPI Provinsi Banten yang akan digelar di Modernland, Cikokol, Kota Tangerang pada Sabtu (4/6/2011) pagi. DPD KNPI Provinsi Banten dibilang tidak punya etika.


Wakil Sekretaris KNPI Kota Tangerang, Mustofa Kamaludin mengatakan, pihaknya menyesalkan pihak DPD KNPI Provinsi Banten yang tidak berkoordinasi dengan DPD KNPI Kota Tangerang.

"Lokasinya bertempat di wilayah Kota Tangerang. Tapi kami tidak dilibatkan. Etikanya dimana, saya kira DPD KNPI Provinsi Banten tidak  memiliki etika," ujar Mustofa, saat ditemui di kantor sekretariat DPD KNPI Kota Tangerang, Jumat (3/6/2011).

Mustofa mengaku, berdasarkan etika berorganisasi tidak dibenarkan hal itu terjadi. "Ini baru pertama kali kami tidak dilibatkan. Kenapa saaat ini tidak. Sepertinya, harus belajar etika organisasi lagi," kata  pria yang biasa dipanggil Ganyong itu.

Mustofa mengaku, atas  situasi seperti ini kita tidak akan hadir dalam Raker pertama atas kepemimpinan H Aden Abdulholik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, acara Raker DPD Provinsi Banten di Modernland  besok akan dihadiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan  Mantan Menpora Adhyaksa Dault.

Sementara itu,  Anggota Bidang Organisasi DPD KNPI Kota Tangerang M Sabarullah mengatakan, sampai saat ini tidak ada undangan yang masuk kepada DPD KNPI Kota Tangerang dari KNPI Provinsi Banten. "Kalau seperti ini, jangan  harap kami bisa hadir.  Kita merasa tidak dianggap begini kok. Terlebih setahu kami, kegiatan itu belum memiliki izin," terangnya.

Menurut Sabar, lazimnya setiap di Raker itu diundang untuk DPD Kota/Kabupaten.  "Apalagi, tidak ada jiga udangan kepada pejabat di pemerintah daerah sini," tandas Sabar. Hingga berita ini diturunkan, pengurus DPD KNPI Provinsi Banten belum dapat dihubungi. (DRA)

BANDARA
Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Rabu, 23 September 2026 | 19:57

Jenazah Surakman, 60, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, pada Kamis 24 September 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Rabu, 23 September 2026 | 19:21

Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Kemunculan daratan tersebut berasal dari material vulkanik yang terakumulasi selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

NASIONAL
Awas! Emosi Meledak Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak, Simak Penjelasan Dokter Spesialis

Awas! Emosi Meledak Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak, Simak Penjelasan Dokter Spesialis

Rabu, 23 September 2026 | 20:12

Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill