Idealnya Partai Kecil Deklarasikan Capresnya Sebelum Pemilu Legislatif 2014

istimewa
Gugus Joko Waskito/ Direktur Eksekutif LAKSNU
Sabtu, 4 Agustus 2012 | 11:17 WIB
Beberapa Partai sudah Deklarasikan Capresnya pada Pilpres 2014, atau paling tidak sudah mempublikasikan ke masyarakat mulai saat ini.
Aburizal B akrie resmi di Capreskan Partai Golkar, Prabowo Subianto sudah pasti dicapreskan Gerindra, dan Hatta Radjasa oleh PAN, sedangkan Partai Besar lainnya (PDI-P dan Demokrat) tampak masih 'galau' siapa figur yg mau dicapreskan.
Bagaimana dengan Partai-partai Kecil ? PPP, PKS, PKB, Hanura, Nasdem tampak masih melakukan 'cek gelombang/cek pasar' siapa figur yg akan di capreskan.
Pilihannya hanya tiga, Mencapreskan Kader internal Partainya, Mencapreskan Figur Non Partai atau berkoalisi dengan Partai yang sudah jelas figur Capresnya.
Semua pilihan itu serba mungkin dan penuh dengan pertimbangan. Harusnya jika harus melakukan pilihan dengan pertimbangan 'mendongkrak' perolehan suara Partai-partai kecil tersebut pada Pileg 2014, lebih ideal jika Partai-partai tersebut mengumumkan Capresnya atau paling tidak mensosialisasikan siapa capres yang kemungkinan besar akan di dukung sebelum Pileg 2014.
Kenapa ? Karena jika Partai-partai tersebut tepat memilih figur yang 'layak dan laku' di masyarakat, bukan tidak mungkin perolehan suaranya akan ikut naik saat Pileg 2014. Memang harus hati-hati, analisa yang tajam dan hitung-hitungan teknis yang akurat.
Saya kira figur seperti Pak JK, Mahfud MD, Joko Suyanto, Khofifah Indar Parawansa, Dahlan Iskan, Jimly Asshidiqie, Anis Baswedan adalah long list yang perlu di analisa secara komperehensif. Bisa jadi figur-figur tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan alternatif pilihan bagi masyarakat yang akhirnya memilih Partai-partai yang mencapreskannya saat Pileg 2014.
Persoalannya, Beranikah Parpol-2 tersebut melakukannya ? Dengan analisa yang tajam dan pertimbangan yang akurat, saya kira itu pilihan yg lebih riil dan lebih cerdas pada Pemilu 2014 nanti.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dengar informasi mengenai Tangerang melalui Radio Tangerang

