Jum'at, 30 Januari 2015

 
 
Minggu, 21 Oktober 2012 15:30 WIB
Dibaca : 808
 

Dikeluhkan RS, DPRD Minta MoU Program Multiguna Direvisi

Mahasiswa melakukan aksi demo terkait Kartu Multiguna. tangerangnews / dira
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A
Reporter : Rangga A Zuliansyah
 
 
TANGERANG-DPRD Kota Tangerang mendorong Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan melakukan revisi terhadap MoU dengan Rumah Sakit (RS) swasta terkait tarif pelayanan kesehatan minim dalam program multiguna. Pasalnya, tarif pelayanan kesehatan tersebut membuat RS merugi.
 
Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Suwandi mengatakan, besaran tarif yang ditetapkan dalam MoU tersebut menggunakan tarif berdasarkan peraturan dari Kemenkes RI yang sangat minim. “Setidaknya hanya 35% yang dibayarkan dari tarif normal,” katanya, Selasa (16/10).
 
Dijelaskan Suwandi, sejumlah RS yang datang saat hearing bersama DPRD, beberapa waktu lalu, mengeluhkan tarif tersebut. Beberapa dari manajemen RS meminta DPRD mencarikan jalan keluar agar RS tidak terus menerus merugi akibat tarif minim tersebut.
 
“Akibatnya minimnya tarif pelayanan, ada sejumlah RS yang bersiasat menyediakan ruang perawatan kelas 3 terbatas hanya beberapa tempat tidur saja untuk pelayanan multiguna. Agar tidak merugi terlalu banyak,” tambahnya.
 
Anggota DPRD dari Fraksi Golkar ini menilai, permasalahan inilah yang mengakibatkan berbagai penolakan dari sejumlah RS untuk pasien multiguna. Namun untuk penyesuaian tarif pun memerlukan anggaran yang tidak sedikit. “Karenanya perlu dipikirkan kembali pemecahannya, agar warga dapat menikmati pelayanan kesehatan gratis tanpa hambatan,” pungkasnya.

 
 
Kamis, 22 Januari 2015 19:12 WIB
Mobil Satpol PP Kota Tangerang Dibakar
 
 
Kamis, 15 Januari 2015 19:31 WIB
Satpol PP Kota Tangerang Kenapa Tak Sidak Venus?
 
 
Rabu, 31 Desember 2015 16:44 WIB
2 Pegawai Avsec Bandara Soekarno-Hatta Dipecat
 
 
 
Rabu, 28 Januari 2015 17:26 WIB
Wali Kota Tangerang Dorong Pengembangan KA Bandara
 
 
Rabu, 28 Januari 2015 17:19 WIB
Pencuri Motor Ditembak di Mauk
 
Rabu, 28 Januari 2015 16:45 WIB
Sabu Rp2,7 M Diselipkan dalam Bra