Sabtu, 1 November 2014

 
 
Sabtu, 3 November 2012 22:56 WIB
Dibaca : 637
 

Pewarta Foto Tangerang Ekspres Diduga Dipukuli Oknum TNI

Cemol pewarta Tangerang Ekpress saat dirawat di RS. tangerangnews / dira
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A
 
 
TANGERANG-Pewarta Foto Tangerang Ekspres (Jawa Pos Grup), Miladi Ahmad, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum berseragam TNI. Kejadian bermula ketika Cemol, sapaan Miladi, tengah meliput Soundrenaline di BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu (3/11) malam.

Ketika itu, Cemol bermaksud mengabadikan kerusuhan yang terjadi di sebuah pos tiket. Menurut pengakuan Cemol, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 20.15 WIB.

"Saat saya mau ambil foto, tiba-tiba ada aparat berseragam TNI yang menarik dari belakang. Saya langsung jatuh dan dipukuli," kata Cemol.

Akibat perlakuan yang diterima, Cemol mengalami luka memar dan bengkak dibagian rusuk kanannya. Bukan hanya itu, ia pun harus mendapatkan perawatan medis. "Flash kamera saya juga pecah, ini tindakan yang tidak manusiawi," ungkap Cemol.

Hingga berita ini diturunkan, Cemol masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit sekitar kejadian "Dia masih dirawat, teman-teman juga masih mencari oknum TNI yang memukulnya untuk bertanggungjawab," ungkap rekan seprofesi Cemol, Irma.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, kerusuhan terjadi akibat massa yang kecewa tidak diperbolehkan masuk dalam  pertunjukan. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya ada tiga loket dibakar penonton yang kecewa. Usai membakar loket tiket, perang batu kemudian mewarnai pertunjukan musik itu. (ROL)

 
 
Jum'at, 24 Oktober 2014 18:03 WIB
Wali Kota Setuju Pembentukan Pokja RTH
 
 
 
Selasa, 7 Oktober 2014 10:44 WIB
Ditolak Wali Kota, Pintu M1 Belum Ditutup Permanen
 
 
 
Jum'at, 31 Oktober 2014 18:36 WIB
Kota Tangerang Raih Penghargaan Udara Bersih
 
Jum'at, 31 Oktober 2014 18:13 WIB
Dewan Pengawas PDAM TKR Dikukuhkan
 
Jum'at, 31 Oktober 2014 17:13 WIB
Jika Gaji Buruh Naik Tinggi, Banten Bisa Anjlok
 
 
Jum'at, 31 Oktober 2014 12:17 WIB
Pemalsu AJB ditangkap, Tembus Rp500 Juta dari Bank