Minggu, 31 Agustus 2014

 
 
Minggu, 16 Desember 2012 20:22 WIB
Dibaca : 517
 

Penyebab Tangsel Marak Kriminal, Kapolres Anggap Resiko Daerah Berkembang

Kapolresta kabupaten Tangerang Bambang Priyo Andogo saat menggelar pers rilis. tangerangnews / dira
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A
 

 
TANGERANG-Penyebab maraknya tindak kriminalitas di Tangsel menurut Kapolresta Kabupaten Tangerang Kombes Pol Bambang Priyo Andogo, karena Kota Tangsel saat ini sedang dalam pembangunan.

Diketahui tindak kriminalitas cukup tinggi di kota yang empat tahun lalu memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang itu.  Misalnya pada Jumat 7 Desember lalu, warga di  Pondok Benda Pamulang dihebohkan dengan penemuan mayat siswa SMP bernama Dwi Saputra. Dua hari sebelumnya (5 Desember ), sesosok mayat wanita dengan sadis terikat tali tambang berwarna biru juga ditemukan.
 
Adapun yang terbaru adalah perampokan yang terjadi di kantor Pos dan Giro di Jalan Arya Putra, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Rabu (12/12) sore lalu.  
Sedangkan pada Jumat 14 Desember 2012 lalu, meski tak berhasil membawa hasil rampokannya, perampok telah melukai seorang tukang tambal ban  yang mencoba menangkap salah satu pelaku.
 
Peristiwa itu terjadi di  sebuah toko bangunan “Surya Makmur” yang terletak di  Jalan Raya Bukit Sarua, RT 07/01 No.02 Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Jumat (14/12) sekitar pukul 15.00 WIB.  Belum lagi seringnya antar organisasi massa yang bentrok di wilayah tersebut.
 
Disamping itu, walau berstatus sebagai daerah peyangga DKI Jakarta, penduduk di Kota Tangsel justru lebih banyak yang bekerja di DKI Jakarta.  
“Perkembangan wilayah berbanding lurus dengan peristiwa. Kota Tangsel kini sedang berkembang,” ujarnya.
Dengan perkembangan suatu wilayah, menurut Kapolres tentunya akan diiringi dengan maraknya pendatang baru dan maraknya kepentingan dari warganya. “Apalagi kalau sampai tidak tertampung pendatang yang baru. Artinya kalau dia tidak mendapat pekerjaan, mereka yang berharap di Tangsel ngapain coba,“ katanya.
 
Itu lah yang harus diantisipasi oleh aparat kepolisian. Baik dari segi kuantitas disamping kualitas petugas polisi harus siap dengan keadaan  di wilayah yang sedang berkembang seperti ini.  “Tetapi kalau dibandingkan daerah lain, artinya setingkat metro, sebenarnya  tidak terlalu signifikan.  Untuk bentrok ormas  saja saat ini juga tidak terlalu besar, apalagi akhir 2012 ini cukup berkurang ya,” katanya. (DRA)
 

 
 
Selasa, 26 Agustus 2014 22:13 WIB
Pemkot Tangsel Bakal Mutasi Besar-besaran
 
 
Kamis, 21 Agustus 2014 18:26 WIB
Terima Uang Rp125 Juta, Komeng Dilaporkan Polisi
 
 
Minggu, 17 Agustus 2014 12:24 WIB
PT Angkasa Pura II Gelar Flash Mob di Soekarno-Hatta
 
 
 
Minggu, 31 Agustus 2014 10:58 WIB
Ruko di Citra Raya Dijilat Api, Ibu Hamil Terperangkap
 
Sabtu, 30 Agustus 2014 18:05 WIB
Suryadi Jadi Tersangka, KPU Terima Surat Dari Polsek
 
 
Sabtu, 30 Agustus 2014 17:43 WIB
Pemkot Tangerang Akan Terapkan Single NPWPD