Jum'at, 19 Desember 2014

 
 
Rabu, 6 Maret 2013 18:45 WIB
Dibaca : 1648
 

Dinas Pendidikan Tangsel Sejahterakan Siswa Miskin

Dinas Pendidikan Kota Tangsel. tangerangnews / dens
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A
TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan menggelontorkan bea siswa untuk siswa/wi miskin (BSM) pada tahun 2013 ini.  Upaya itu dilakukan untuk mensejahterakan siswa/wi yang miskin.

 Hal itu dilakukan sebagai upaya agar Dinas Pendidikan tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga membantu kesejahteraan siswa/siswi-nya.

Ada pun jumlah siswa yang dibantu masing-masing untuk SD Negeri/MI Negeri sebanyak 3.000 orang. Sedangkan untuk SMP/MTSN sebanyak 3.013 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathodah mengatakan, sesungguhnya upaya pemerintah daerah dalam membantu setiap anak didik dengan menggelontorkan anggaran sudah dilakukan secara maksimal. Tahun 2013 ini bahkan pihaknya telah menaikan anggaran untuk membantu siswa/wi yang tergolong miskin dari sekitar Rp5 miliar menjadi Rp7 miliar.

“Jumlah penerimanya ditambah, karena program bantuan kesejahteraan seperti ini berhasil. Ini naik bukan berarti jumlah warga miskin di Kota Tangsel naik ya, tetapi karena kami ingin mensejahterakan,” ujar Mathodah, Rabu (6/3).
 
Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Tangsel Kuswanda mengatakan, maksud dari tujuan program BSM itu berguna untuk membantuu keperluan siswa yang secara ekonomi kurang.

“Jadi para siswa/siswi yang mendapat bantuan BSM ini bisa mempergunakannya untuk keperluan pembelajaran, seperti beli buku diluar buku sekolah, baju dan keperluan yang berkaitan dengan pendidikan lainnya, yang jelas untuk keperluan dirinya belajar,” terangnya.

Tahun 2013 ini, Dinas Pendidikan fokus dalam meningkatkan mutu pembelajaran, karenanya Dinas Pendidikan sudah tidak lagi berkaitan dengan pembangunan fisik sekolah. Pasalnya, Dinas Pendidikan telah menyerahkan pembangunan fisik kepada Dinas Tata Kota.

“Ya kita concern pada mutu pembelajaran, baik mutu siswa, guru maupun kesejahteraan siswa serta kesejahteraan pendidik maupun tenaga pendidik,” jelasnya. BSM menurut Kuswanda berbeda dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pusat dan BOSDA. “Itu diluar BOS pusat dan BOS daerah,” tutupnya. (ADV)

 
Jum'at, 19 Desember 2014 18:52 WIB
Soal U-Turn, Pemprov Banten Klaim Pemkot Sudah Sepakat
 
Jum'at, 19 Desember 2014 18:39 WIB
Polisi Kejar Empat Perampok Rp1,1 Miliar
 
 
Jum'at, 19 Desember 2014 16:59 WIB
Sistem Rayonisasi Sekolah Akan Dievaluasi