Minggu, 21 September 2014

 
 
Senin, 6 Mei 2013 12:33 WIB
Dibaca : 565
 

Pabrik Kuali & Rumah Kades Dirusak Buruh

Buruh rusak rumah kepala desa tangerangnews / rangga
Reporter : -
Ukuran Huruf : A A A
TANGERANG-Puluhan buruh yang tergabung dalam SPSI, FPS-TSK dan GSBI, menyerbu rumah dan pabrik kuali serta rumah Kepala Desa Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang, Senin (6/5).
 
Mereka geram dengan peristiwa perlakuan tidak manusiawi yang dialami buruh di pabrik tersebut.
 
Awalnya mereka datang dengan sepeda motor ke pabrik kuali yang berada di Kampung Bayur Opak, Kecamatan Sepatan, sekitar pukul 11.00 WIB. Lalu mereka meringsek masuk ke dalam pabrik,  dan merusak barang-barang dengan melemparnya.
 
Selain itu rumah pemilik pabrik, Yuki Irawan yang berada di samping pabrik, juga menjadi sasaran. Pagar teralis rumah tersebut dirobohkan dengan cara didorong. Polisi yang berada di lokasi tak bisa berbuat apapun dengan tindakan anarkis buruh.

"Penindasan terhadap buruh itu perbuatan biadab. Kita harus singkirkan pengusaha-pengusaha nakal seperti ini," ujar koordinator aksi, Dedi Sudrajat ketika melakukan orasi.

Belum puas merusak pabrik, mereka langsung meluncur ke rumah Kepala Desa Lebak Wangi Mursan yang juga merupakan adik ipar pemilik pabrik. Mereka pun merusak pagar teralis rumah yang berada sekitar 1Km dari pabrik.

"Bagaimana mungkin peristiwa penindasan buruh ini tidak diketahui polisi dan aparat desa. Jangan coba membekingi, kami buruh akan melawan," tegas Dedi.

Usai melakukan aksinya mereka langsung pergi dari lokasi. Polisi langsung mengevakuasi anak-anak Yuki yang bersembunyi di dalam rumah. (RAZ)
 

 
 
Rabu, 17 September 2014 15:51 WIB
Larang Plat B ke Bogor, Kepala Daerah Tangerang Menolak
 
 
Selasa, 16 September 2014 22:00 WIB
Warga Tangsel Diajarkan Budidaya Anggrek
 
 
 
 
Sabtu, 20 September 2014 23:01 WIB
Pasar Tanah Tinggi Diharapkan Ikut Sertakan Warga
 
 
Jum'at, 19 September 2014 20:33 WIB
Tiga Kepala Daerah Bahas Investasi Tangerang
 
Jum'at, 19 September 2014 20:28 WIB
Pembangunan Wisata Kota Lama Butuh Waktu 5 Tahun
 
Kamis, 18 September 2014 23:00 WIB
Konflik Pasar Tanah Tinggi harus pendekatan Agama