Connect With Us

Warga Tolak Tempat Hiburan Malam di Citra Raya

| Kamis, 23 Mei 2013 | 20:11

Lokasi bentrokan di Karaoke Locus. (tangerangnews / mus)

TANGERANG-Aksi penolakan serta penutupan tempat hiburan malam di Citra Raya terus bergulir. Pasalnya, keberadaan tempat hiburan malam yang berkedok karaoke keluarga tersebut tidak hanya menimbulkan keresahan yang mengarah kepada kriminal, tetapi juga sudah mengarah pada permasalahan sosial dan sara.
 
"Peristiwa di Locus beberapa waktu lalu, bukan sekedar kasus kriminal pembunuhan. Tetapi sudah mengarah ke sara. Karena berita yang berkembang, disitu ada dua kubu dari golongan tertentu," ujar Ismail Ruslan kepada www.tangerangnews.com, Kamis (23/5).
 
Untuk itu, kata Ismail, pihaknya menolak keras, serta menuntut Pemkan Tangerang menutup tempat hiburan malam tersebut. "Tidak hanya di Locus, tapi semua tempat karaoke yang ada di Citra Raya. Karena, ini sangat mengganggu kenyamanan serta keamanan warga di sekitar Citra Raya, terutama Cikupa," tandasnya.
 
Ketua Presidium Masyarakat Cikupa Bersatu ???H Bunyamin mengatakan, pihaknya sangat prihatin terhadap warga yang menjadi korban akibat kerusuhan di tempat hiburan Karaoke di Kawasan Citra Raya. "Kami mendesak agar semua pihak yang terlibat bisa diusut tuntas," ujar Bunyamin.
 
Menurut Bunyamin, Cikupa saat ini berbeda dengan Cikupa pada 20 tahun yang lalu, dengan Multi etnis.  Semua suku bangsa ada di Cikupa, termasuk etnis Taiwan, China, dan Korea. Sehingga, kata Bunyamin perlu adanya pendataan dari pihak tekait pada warga non pribumi. "Kami minta kepada para pendatang untuk bisa menghormati kearifan lokal di Cikupa, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," katanya.
 
Kata Bunyamin semua warga berhak untuk hidup nyaman, terutama warga pribumi. "Kami minta Pemkab Tangerang untuk segera melakukan konsolidasi suku dan etnis di wilayah Citra Raya, " katanya.
 
Lebih lanjut, Bunyamin mengatakan jika keberadaan tempat hiburan di wilayah Citra Raya hanya untuk mresahkan warga dan membuat warga tak nyaman. Maka pihaknya mendesak agar segera ditutup semua. "Tutup saja tempat hiburan yang meresahkan tanpa terkecuali," tandasnya.(MOE) 
TANGSEL
Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga SD-SMP Negeri Mulai 2026

Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga SD-SMP Negeri Mulai 2026

Minggu, 7 Juni 2026 | 18:07

Mulai tahun ajaran 2026/2027, siswa SDN dan SMP Negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan mendapatkan seragam sekolah gratis berupa seragam batik dan pakaian olahraga.

NASIONAL
Kepala BGN Bakal Setop Jatah MBG Sekolah Anak-anak Kaya  

Kepala BGN Bakal Setop Jatah MBG Sekolah Anak-anak Kaya  

Selasa, 9 Juni 2026 | 05:46

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mulai menyiapkan sejumlah langkah perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin 8 Juni 2026.

KAB. TANGERANG
Korban Pencabulan Guru Pramuka di Tangerang Bertambah Jadi 12, Modus Bujuk Rayu hingga Ancaman

Korban Pencabulan Guru Pramuka di Tangerang Bertambah Jadi 12, Modus Bujuk Rayu hingga Ancaman

Selasa, 9 Juni 2026 | 13:50

Polresta Tangerang menetapkan DR, 26, seorang oknum guru, sebagai tersangka atas kasus pencabulan pada anak di bawah umur yang terjadi di salah satu SD di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill