Connect With Us

Koper Istri Pejabat Polda Berisi Perhiasan Rp20 M Dikuras di Bandara

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 4 Januari 2014 | 19:28

Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Mulai Padat (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Seorang isteri  pejabat di Polda Kalimantan Barat mengaku kehilangan barang berharga berupa perhiasan yang disimpannya di dalam koper. Korban adalah penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 715 tujuan Pontianak-Jakarta.  Setiba di Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya di Terminal 1C, Bandara Soekarno-Hatta sekira  pukul 18.30 WIB, dirinya baru menyadari.

Perhiasan senilai Rp20 miliar tersebut hilang,  setelah koper yang dititipkan kepada petugas di bandara asal Pontianak itu dirusak. Namun, peristiwa itu baru dia sadari setelah korban sampai di Bandara Soekarno-Hatta.

Kepada wartawan, korban mengaku isteri Kasubdit III Narkoba Polda Kalimantan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Prastyono.  Sedangkan korban sendiri berinisial T.

"Pas saya ingin mengambil sesuatu, gembok koper itu sudah rusak bekas tercongkel. Pas dicek perhiasan bernilai Rp 20 M  saya sudah hilang," jelasnya.
BANTEN
Ketua Dewan Pers Tegaskan Peran Wartawan Sebaga Filter Lawan Manipulasi AI

Ketua Dewan Pers Tegaskan Peran Wartawan Sebaga Filter Lawan Manipulasi AI

Minggu, 8 Februari 2026 | 20:44

Kehadiran Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem informasi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi menawarkan efisiensi, namun di sisi lain mengancam kebenaran publik melalui disinformasi dan manipulasi fakta.

BISNIS
Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:35

Jaringan ritel material konstruksi di bawah naungan PT Mitra Baja Cemerlang (MBC), Mitra Besi Baja (MBB) resmi membuka cabang keduanya di Serpong, Kota Tangerang Selatan.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill