Connect With Us

3 Calo Tiket ber-KTP Palsu di Bandara Soekarno-Hatta Ditangkap

Denny Bagus Irawan | Jumat, 19 Desember 2014 | 16:44

Bandara Soekarno-Hatta (Dira Derby / TangerangNews)

TANGERANG-Petugas Avsec PT Angkasa Pura II, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menangkap basah tiga orang calo tiket di Terminal 1B, di bandara itu, Jumat (19/12). Mereka ditangkap sekitar pukul 10.00 WIB pagi setelah terpantau melalui CCTV. 
 
Manajer Humas dan Protokoler Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan mengatakan, ketiga orang yang diduga pelaku tersebut meresahkan pengguna jasa ke bandara udaraan. 
 
"Kami mendengar ada informasi dari pengguna jasa yang komplain, lalu kami telusuri. Setelah kami telusuri dengan menyasar CCTV, kami dapati dengan ciri-ciri yang disebutkan pengguna jasa tersebut," ujar Yudis. 
 
Para pengguna jasa yang komplain tersebut mengadukan kepada pihak PT Angkasa Pura II bahwa mereka ditawari tiket. 
 
"Kompalian itu dilengkapi dengan keterangan ciri-ciri pelaku. Kami langsung memantaunya melalui CCTV," tuturnya. 
 
Akhirnya, petugas PT Angkasa Pura II mendapati para pelaku tersebut. Dan, di proses di ruang koordinator pengamanan umum. 
 
"Dalam pemeriksàan didapati empat KTP yang discan atau yang diduga palsu," terangnya. 
Selanjutnya, seluruh pelanggar di Bandara Soekarno-Hatta itu diserahkan ke bagian Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta. Ketiganya masing-masing berinisial RH, J dan M.
MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill