Connect With Us

Ratusan Kg Sirip Hiu Ilegal Ditahan Balai Karantina Bandara

Denny Bagus Irawan | Selasa, 6 Oktober 2015 | 17:28

Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BBKIPM) Jakarta I Bandara Soekarno Hatta mengagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram sirip ikan hiu jenis koboi. Untuk mengelabui petugas, pengiriman sirip ikan hiu koboi yang dilindun (Dira Derby / Tangerangnews)

 

 

TANGERANG-Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BBKIPM) Jakarta I Bandara Soekarno Hatta mengagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram sirip ikan hiu jenis koboi. Untuk mengelabui petugas, pengiriman sirip ikan hiu koboi yang dilindungi ini dicampur dengan sirip ikan pari kering dan sirip ikan hiu jenis lanjaman.

 

Kabis Wasdal dan Informasi BBKIPM Jakarta I Bandara Soekarno Hatta Rusnanto mengatakan, sedikitnya 600 kilogram sirip ikan hiu jenis koboi (Carcharhinus Longimanus)  yang diperkirakan berasal dari 3000 lebih ekor hiu hidup dari perairan Jawa yang berhasil diamankan pada 3 Oktober 2015.

 

“Penyelundupan dilakukan PT SPJ dengan modus mencampur 600 kilogram sirip ikan hiu koboi dengan 999 kilogram sirip ikan pari kering dan 967 kilogram sirip ikan hiu lanjaman,” katanya, Selasa (6/10).

 

Menurutnya, sirip ikan hiu jenis koboi merupakan salah satu hewan dilindungi  dan dilarang pengeluarannya  seperti diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 59/2014. Untuk penyelidikan lebih lanjut, seluruh barang bukti sebanyak 1,9 ton ini ditahan sementara.

 

“Nilai 600 Kg sirip ikan hiu koboi ini senilai hampir Rp1 milyar. Rencananya, sirip illegal ini hendak diselundupkan ke Hongkong, karena memiliki nilai ekonomis tinggi,” kata Rusnanto.

 

Petugas telah menahan seseorang berinisial J yang bertanggung jawab atas eksport ilegal ini, untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sementara , seluruh barang bukti akan diserahkan kepada Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan  Kementrian Kelautan dan Perikanan.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

BANTEN
Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:49

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill