Connect With Us

PT Angkasa Pura II Larang Operasional Taksi Uber

Dira Derby | Jumat, 13 November 2015 | 21:54

| Dibaca : 1463

Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Dira Derby / Tangerangnews)

TANGERANG – PT Angkasa Pura II (Persero) melarang angkutan darat tidak resmi termasuk taksi Uber untuk beroperasi atau mengangkut penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

 

Selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno - Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero) berupaya untuk menjaga seluruh kegiatan di bandara tetap berada di koridor hukum yang berlaku.

 

Terkait dengan hal tersebut, diinformasikan bahwa mulai minggu depan akan dilakukan razia guna melarang operasional taksi Uber di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Oleh karena itu, demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan, maka pengunjung atau penumpang pesawat dihimbau untuk tidak menggunakan taksi Uber. 

 

Adapun seluruh operator maupun unit jasa angkutan darat di bandara yang ada saat ini telah memenuhi aspek legal sehingga dinyatakan beroperasi secara resmi. Pada Oktober 2015, angkutan darat tersebut terdiri dari 3.350 unit taksi reguler, 1.700 unit taksi eksekutif, 758 unit mobil sewa, 73 unit travel minibus, dan 269 unit bus.

 

Jumlah angkutan darat yang beroperasi resmi ini menyesuaikan dengan kebutuhan dimana pembahasan mengenai hal tersebut dilakukan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) dan Kementerian Perhubungan.

 

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan, “Operasional jasa angkutan darat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta harus memiliki dasar hukum sehingga memberikan kepastian pelayanan, keamanan, dan keselamatan kepada pengguna. Saat ini, kendaraan yang memanfaatkan aplikasi Uber untuk mengangkut penumpang belum memiliki izin di Indonesia sehingga dilarang beroperasi di bandara."

 

“Setiap operator taksi reguler atau eksekutif yang beroperasi di bandara juga harus memiliki kesempatan dan peluang yang sama, sedangkan taksi Uber berbeda dengan lainnya karena tidak membayar pajak ke negara,” tambah Budi Karya Sumadi.

 

Keputusan dilarangnya operasional taksi Uber ini juga sebagai bagian upaya program penertiban angkutan darat di Bandara Internasional Soekarno - Hatta yang dijalankan PT Angkasa Pura II (Persero) sejak awal tahun ini guna meningkatkan layanan taksi, bus, travel minibus, dan mobil sewa di bandara.

 

Pada bulan lalu, telah dilakukan penertiban kendaraan berplat hitam yang biasa disebut taksi gelap menjadi Angkutan Sewa Resmi Bandara melalui pola pengelolaan bekerjasama dengan Inkopau.

 

Penertiban yang dilakukan ini selain menghilangkan taksi gelap sekaligus juga untuk memantau operasional angkutan sewa tersebut dan menjaga tingkat pelayanan.

KAB. TANGERANG
Aklamasi, Muhamad Hasan PM Pimpin Karang Taruna Tangerang

Aklamasi, Muhamad Hasan PM Pimpin Karang Taruna Tangerang

Sabtu, 22 Februari 2020 | 18:52

TANGERANGNEWS.com-Muhamad Hasan PM resmi menjabat ketua Karang Taruna Kabupaten Tangerang masa bakti 2020 - 2025. Pria yang

TANGSEL
Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel Jadi Korban Bullying di Sosmed

Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel Jadi Korban Bullying di Sosmed

Jumat, 21 Februari 2020 | 19:09

TANGERANGNEWS.com-Divalah, 17, seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan diagnosa Seckel Syndrome, warga Kecamatan Pondok Aren,

KOTA TANGERANG
 HUT Kota Tangerang, Ribuan Warga Semarakkan Senam Sehat Bersama DPRD

 HUT Kota Tangerang, Ribuan Warga Semarakkan Senam Sehat Bersama DPRD

Minggu, 23 Februari 2020 | 11:27

TANGERANGNEWS.com–DPRD Kota Tangerang turut menyemarakkan hari ulang tahun (HUT) Kota Tangerang ke-27 dengan menggelar senam sehat

"Percayalah Anda Bisa, Saat Ini Anda Telah Setengah Jalan Mencapainya"

Theodore Roosevelt