Connect With Us

Lion Air Belum Lapor Peristiwa 10 Mei 2016

Denny Bagus Irawan | Minggu, 15 Mei 2016 | 17:00

Penumpang Lion Air. (Dira Derby / Tangerangnews)

TANGERANG-Maskapai penerbangan Lion Air belum melaporkan peristiwa pada Selasa (10/5/2016) lalu yang membuat lolosnya penumpang dari pemeriksaan Imigrasi dan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, hingga Minggu (15/5/2016).

“Hingga saat ini belum ada laporan secara tertulis oleh Lion Air kepada CIQ (Costum, Imigration dan Quarantime), karenanya Kamenhub akan melakukan Investigasi. Adakah unsure kesengajaan atau tidak, tidak menutup kemungkinan akan melibatkan PPNS,” kata Muzaffar Ismail, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 Jakarta.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan koordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura II, Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Imigrasi Bandara Sokarno-Hatta, AirNav serta Lion Air di kantor Otoritas Bandara dalam rapat bersama membahas persoalan penumpang Lion Air dari Singapura JT 161 yang lolos pemeriksaan. 

Dia menyatakan, jika nanti ditemukan ada kesalahan fatal dari hasil investigasi tersebut, setidaknya Lion Air akan mendapat teguran keras, ditangguhkan izinnya atau suspend (izin rute dibekukan).

“Ini akan menjadi evaluasi SOP untuk penerbangan Internasional, karena seharusnya yang seperti ini segera dilaporkan, meski tidak disebutkan berapa hari dalam undang-undang,” terangnya.

Muzaffar juga menyatakan, pihaknya tidak akan takut dalam memberikan sanksi jika memang ada kesalahan fatal. “Kan sesuai dengan undang-undang, karena ada aturan, kami tidak ada ke khawatiran sama sekali dalam menjatuhkan sanksi,” katanya.

Sementara itu, pihak Lion Air Anggara Triyana Regional Manager Internasional Lion Air meski mengakui ada kesalahan tetapi dia menyebut pihak Imigrasi dan Bea Cukai pasti sudah memiliki SOP ketika mengalami persoalan seperti ini.

“Memang baru secara lisan, tatapi kan baik Imigrasi dan Bea Cukai memiliki SOP dan kami sudah berkoordinasi. Tetapi, menurut saya ini fatal (kesalahan Lion Air), jadi memang ini menjadi pelajaran juga buat kami dalam memperbaiki SOP,” tuturnya.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Ironi BPJS PBI: Melayani Setengah Hati

Ironi BPJS PBI: Melayani Setengah Hati

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:49

Bayangkan! Kita sedang menunggu antrian panjang untuk berobat, tetapi begitu sampai di meja pendaftaran, petugas pendaftaran mengatakan bahwa kartu BPJS PBI kita sudah tidak aktif, sehingga tidak bisa digunakan lagi.

PROPERTI
Mitra dan Tim Penjualan Terbaik Diganjar Penghargaan Paramount Enterprise Awards 2026

Mitra dan Tim Penjualan Terbaik Diganjar Penghargaan Paramount Enterprise Awards 2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 16:39

PT Paramount Enterprise International bersama unit bisnisnya, Paramount Land dan Parador Hotels & Resorts, menggelar Paramount Enterprise Awards 2026 di Grand Ballroom Atria Hotel Gading Serpong, Senin, 9 Februari 2026.

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill