Connect With Us

Cegah Barang Ilegal Masuk di Bandara Soetta, DJKI Gandeng PT Angkasa Pura II

Denny Bagus Irawan, Rusdy | Kamis, 9 Juni 2016 | 13:00

| Dibaca : 1859

Salmon Pardede, Direktur DJKI, Kamis (9/6/2016) saat melakukan sosialisasi di Bandara Soekarno-Hatta. (@TangerangNews.com / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Untuk mencegah agar masyarakat tidak membawa karya yang dilindungi Hak Cipta, seperti software, film, dan musik,  Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Hukum dan HAM (DJKI) menggandeng pengelola Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II serta Masyarakat Indonesia Anti Pemaksuan (MIAP) dengan melakukan pencegahan di Bandara tersebut, Kamis (9/6/2016).

 

“Kami mengharapkan masyarakat sadar tentang pentingnya penghargaan terhadap kekayaan intelektual. Ini kami juga sengaja melakukan ini di bandara, agar mengikis stigma negatif yang menyatakan barang illegal banyak masuk dari bandara,” ujar  Salmon Pardede, Direktur DJKI, Kamis (9/6/2016).

 

Untuk diketahui, Undang-undang Hak Cipta No.28/2014 Pasal 133 ayat 3 disebutkan , setiap penjual barang bajakan , termasuk retailer komputer dan  perangkat lunak , dapat dipidana penjara paling lama empat tahun atau dikenakan denda hinga Rp1 miliar.

 

“Sasaran di Bandara Soekarno-Hatta  karena kita ingin memberikan arahan dan edukasi pada mereka untuk mengunakan produk yang asli,” ujarnya.

HIBURAN
Pekik Rabu Pagi Enigma di Jalan Gading Serpong

Pekik Rabu Pagi Enigma di Jalan Gading Serpong

Rabu, 29 Januari 2020 | 11:00

TANGERANGNEWS.com-Pekik kurang lebih sekitar 10 pemuda langsung memecah kesunyian malam di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, Gading Serpong, Serpong Utara, Kabupaten Tangerang pada Rabu (29/01/2020) sekitar pukul 02.30 WIB.

SPORT
Persita Gagal Curi Poin di Kandang Persikabo

Persita Gagal Curi Poin di Kandang Persikabo

Minggu, 15 Maret 2020 | 23:13

TANGERANGNEWS.com–Persita Tangerang gagal meraih poin saat bertandang ke Stadion Pakansari, Bogor.

PROPERTI
Pengamat Nilai Ada Celah Pada Pergub Bagi Penghuni Nakal  

Pengamat Nilai Ada Celah Pada Pergub Bagi Penghuni Nakal  

Jumat, 13 Maret 2020 | 21:57

“Untuk alasan pembatasan atau pemutusan fasilitas, itu sangat luas dan dapat dimanfaatkan oleh penghuni yang memang berniat untuk tidak membayar, karena tahu ada larangan mengenai pemutusan fasilitas dasar,” ujar Eddy, Jumat (13/3/2020).

"Kuatkan dirimu, karena semuanya akan menjadi lebih baik. Mungkin sekarang segala prahara menerpa, tetapi percayalah badai pasti berlalu"

Haile