Connect With Us

Antasari Azhar Umrah Bareng Keluarga

Rusdy | Sabtu, 7 Januari 2017 | 14:00

Antasari dan Keluarga. (@TangerangNews.com 2017 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Setelah menghirup udara bebas, mantan Ketua KPK Antasari Azhar  berangkat umrah bersama keluarganya. Dia memiliki keinginan untuk berdoa di Mekkah selama sepuluh hari agar grasi-nya dikabulkan Presiden Jokowi.

“Saya juga berharap doa saya agar Negara ini damai, aman dan tentram,” ujar Antasari Azhar sebelum bertolak ke Saudi Arabia,  melalui Terminal 2E, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (7/1/2017)  

Dia umrah bersama istri serta anak cucunya. Di pastikan selama sepuluh hari, dia  berada di sana. “Memang sudah ada rencana sejak jauh hari.  Kepengin ibadah bersama keluarga,” ujarnya.

Mantan terpidana kasus pembunuhan Nasurdin Zulkarnaen Dirut Putra Rajawali Banjaran itu memang hingga saat ini  masih berstatus bebas bersyarat dan wajib lapor. Sehingga hak politiknya belum bisa di rehabilitasi.  Untuk diketahui Antasari di vonis delapan belas tahun penjara atas pembunuhan Nasrudin dan karna sudah menjalani tujuh tahun enam bulan penjara. “Saya ingin semua lancar,” singkatnya.

 

 

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill