Connect With Us

'Ngeri-ngeri Sedap' Pembebasan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta

Denny Bagus Irawan | Senin, 3 April 2017 | 07:00

| Dibaca : 15079

Penumpang Bandara Soekarno-Hatta. (tangerangnews / dira)


TANGERANGNEWS.com-Celetukan khas populer Sutan Bhatoegana sepertinya cocok untuk menggambarkan proses pembebasan runway tiga untuk Bandara Soekarno-Hatta di daerah Rawa Rengas dan Rawa Burung, Kabupaten Tangerang.  'Ngeri' adalah salah satu satu kondisi dimana saat kita mengalami proses kehidupan yang terhimpit dan kemudian terlepas dari himpitan tersebut.  Sementara 'sedapnya' kita mampu memetik buah dari kondisi itu. 'Sedap' tersebut bisa dinikmati oleh banyak orang, karena Negara memerlukannya untuk digunakan sebagai fasilitas publik .


Sebab sebelumnya diketahui, kasus pembebasan lahan untuk Bandara Soekarno-Hatta terdahulu telah mengakibatkan beberapa orang menjadi tersangka dan dijebloskan ke penjara. Dari mulai pejabat di pemerintah daerah, sampai pejabat pengelola Bandara yang tergabung dalam panitia 9 tersebut, yakni PT Angkasa Pura II.  Kini, persoalan yang sama tengah menanti, yakni ganti rugi bangunan yang menumpang di tanah orang lain. Belum lagi tentang penilaian soal tanahnya itu sendiri.


"Tahun sebelumnya seperti kita ketahui, banyak yang terjebak. Karena setelah dibayar (kasus seperti itu), ketika diaudit beberapa waktu kemudian,  eh ternyata bangunan yang berada diatas lahan milik orang lain itu sudah tidak ada," terang Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II , Agus Hariyadi, Senin (3/4/2017).


Ada tiga instansi yang terlibat dalam keputusan pengadaan tanah, yang pertama appraisal tim penilai yang tidak bisa diintervensi dalam memberikan suatu estimasi atau opini atas nilai ekonomis suatu lahan.  Kemudian yang kedua adalah pelaksana pengadaan, di dalamnya ada unsur BPN, pemerintah daerah setempat dan perangkat pemerintah, yakni kepala desa. Kemudian yang ketiga adalah pembayar. Ketiga instansi itu tidak boleh berpihak kepada siapa pun, bahkan tidak boleh saling intervensi.  Saat ini pengadaan tanah untuk perluasan landasan pacu Bandara sebagian menghadapi masalah.

"Ada dua persoalan saat ini yang ditemui, pertama persoalan harga bagi yang memiliki tanah.  Kedua, mereka yang memiliki bangunan menumpang diatas lahan orang lain. Yang satu ngadu ke DPRD, sedangkan satu lagi demo di Pintu M1," terangnya.

Menurut Agus, warga sebenarnya bukan tidak setuju untuk dibebaskan. Sebab, pemerintah daerah juga ragu untuk membangun sarana dan prasarana di sana, karena termasuk dalam zona perluasan bandara.  Dua persoalan tersebut menurutnya, dapat beresiko fatal jika tidak hati-hati, meski terlihat dapat segera diselesaikan.

"Nah, karenanya perlu ada bukti-bukti lain yang menguatkan dari bangunan yang berada diatas lahan orang lain. Ini bukan kapasitas saya, tetapi saya kasih penjelasan  agar ini diketahui publik. Ini logika berpikir, karena yang dibidik selalu Angkasa Pura II," ujarnya.


  

KAB. TANGERANG
Sukseskan Pemilu 2019, PWI Kabupaten Tangerang Diganjar Penghargaan

Sukseskan Pemilu 2019, PWI Kabupaten Tangerang Diganjar Penghargaan

Selasa, 10 Desember 2019 | 16:11

TANGERANGNEWS.com-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang dianugerahi penghargaan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

HIBURAN
Musik & Diskon Belanja, Semarakkan Natal & Tahun Baru di SMS

Musik & Diskon Belanja, Semarakkan Natal & Tahun Baru di SMS

Minggu, 8 Desember 2019 | 22:39

TANGERANGNEWS.com-Turut merayakan sukacita Natal dan Tahun Baru, Summarecon Mall Serpong (SMS) menghadirkan semarak perayaan dalam rangkaian acara bertajuk Sparkling Christmas, mulai tanggal 6 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

SPORT
Transmedia Juarai SMLBT 2019

Transmedia Juarai SMLBT 2019

Senin, 2 Desember 2019 | 18:50

TANGERANGNEWS.com- Tim basket Transmedia masih terlalu kuat bagi Gojek. Setelah melalui laga seru dan ketat, Transmedia mengalahkan Gojek 48-

BISNIS
Xpander Cross Ramaikan Mitsubishi Motors Auto Show

Xpander Cross Ramaikan Mitsubishi Motors Auto Show

Jumat, 6 Desember 2019 | 14:13

TANGERANGNEWS.com – Mitsubishi Motors Auto Show (MMAS) kembali hadir di Summarecon Mall Serpong (SMS). Acara yang berlangsung sampai Minggu (8/12) menghadirkan produk terbaru dari Mitsubishi Motors, yaitu Xpander Cross.

"Tanpa strategi, eksekusi bisa kehilangan arah, Tanpa eksekusi, strategi tidak ada gunanya."

Morris Chang