Connect With Us

Wanita Indonesia Dibeli Untuk Dipoligami di Tiongkok

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 13 April 2017 | 17:00

Seorang wanita warga negara Tiongkok LP ditangkap aparat Polresta Bandara Soekarno Hatta, karena membawa wanita Indonesia untuk dijadikan TKI ilegal untuk dinikahkan dengan warga Tiongkok, Kamis (13/4/2017). (@TangerangNews.com 2017 / Rangga A Zuliyansyah)

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita warga negara Tiongkok LP, dibekuk aparat Polresta Bandara Soekarno Hatta, karena membawa wanita Indonesia untuk dijadikan TKI ilegal dinikahkan dengan warga Tiongkok.
 
Kapolresta Bandara Soekarno Hatta  Kombes Pol Arif Rachman mengatakan, modus kejahatan ini, LP dibantu rekannya berinisial AL yang saat ini DPO, mencari wanita-wanita muda di perkampungan. Jadi Orang tua korban diberikan uang Rp15-10 juta jika anaknya mau dipekerjakan di Tiongkok.
 
"Untuk memancing, orang tua korban diberi uang. Karena kebutuhan ekonomi, para orang tua ini mau saja anaknya dibawa," katanya, Kamis (13/4/2017).
 
AL berhasil mendapatkan tiga korban, yakni wanita asal Subang. Lalu AL menyerahkan ketiga korban ke LP untuk dibuatkan dokumen palsu. "Setelah ini mereka berupaya berangkat ke Tiongkok lewat Bandara Soekarno Hatta," jelas Kapolres.
 

 
Kasus ini terungkap saat LP bersama tiga korban akan berangkat lewat Terminal 2. Namun mereka gagal, karena dokumen korban diketahui palsu. "Mereka pun diamankan," jelasnya.
 
Menurut Kapolres, jika korban berhasil ke Tiongkok, selain jadi pekerja mereka juga akan dinikahkan dengan warga Tiongkok yang menginginkan keturunan. "Karena di sana ada aturan pembatasan memiliki anak, jadi orang sana ingin punya keturunan lebih. Korban akan dieksploitasi," pungkas Kapolres.
 
Dari tangan korban dan tersangka diamankan tiga paspor, tiket pesawat, sejumlah uang dan cincin kawin. LP dijerat pasal 102 dan 103 UU No 39/2014 tentang perlindungan TKI jo Pasal 10 UU RI no 27/2007 tentang perdagangan orang. "Ancamannya di atas lima tahun penjara," papar Kapolres.
OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

TEKNO
Tangsel One Akhirnya Diluncurkan, Layanan Publik Bisa Diakses Lewat Chat

Tangsel One Akhirnya Diluncurkan, Layanan Publik Bisa Diakses Lewat Chat

Kamis, 30 April 2026 | 17:48

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan inovasi layanan publik berbasis digital, Tangsel One, yang dilengkapi dengan asisten virtual Helita (Helo Kita Tangsel).

WISATA
Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan

Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan

Senin, 27 April 2026 | 07:36

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.

BISNIS
CellScience Kini Hadir di BSD, Beri Treatment Slimming hingga Atasi Masalah Scar

CellScience Kini Hadir di BSD, Beri Treatment Slimming hingga Atasi Masalah Scar

Kamis, 30 April 2026 | 18:36

CellScience yang telah berdiri sejak 2015 terus memperluas jangkauannya dengan membuka cabang ketujuh di kawasan BSD City, tepatnya di Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill