Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Seluruh instansi yang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mengikuti olahraga bersama untuk menjalin silahturhami guna terwujud kemanan dan ketertiban di bandara tersebut.
Acara olahraga komunitas Bandara atau Kombata itu diprakarsai oleh Kasat Binmas Polres Bandara Soekarno-Hatta, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bandara Kombes Pol Arief Rahman.
"Ini untuk menjaga kekompakan seluruh komunitas di Bandara. Ini akan berkelanjutan, ada Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris. Setiap pertiga bulan sekali kita akan rutin melaksanakan kegiatan ini," ujar Kasat Binmas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Jajang, Jumat (28/4/2017).
Seluruh komunitas tersebut di dalamnya, seperti PT Angkasa Pura II, Garuda Indonesia, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Karantina Hewan dan Tumbuhan, Imigrasi, Polres serta Bea Cukai. Tampak dalam acara tersebut, seluruh pimpinan disetiap instansi turut serta dalam olahraga senam bersama.
"Seluruh instansi yang ada di BSH terlibat. Ini untuk menjaga ketertiban dan keamanan Bandara, sebagai tim kemitraan Polri, sekaligus juga ada pengecekan kesehatan," katanya.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak akan mengalami pemutusan hubungan kerja massal menyusul terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews