Connect With Us

Sopir Diduga Alami serangan jantung, Bus Lion Air Terperosok di Bandara Soekarno-Hatta

Dena Perdana | Selasa, 25 Juli 2017 | 09:00

Tampak Bus pengangkut kru maskapai Lion Air Group terperosok ke taman jalan di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (25/7/2017) pagi. (@TangerangNews2017 / Dena Perdana)

TANGERANGNEWS.com- Bus pengangkut kru maskapai Lion Air Group terperosok ke taman di kanan jalan saat hendak menuju tol dari area perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (25/7/2017) pagi. 

Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 06.10 WIB itu tidak menimbulkan kerusakan yang berarti selain beberapa kerusakan bus dengan nomor polisi B 7249 II. 

Menurut informasi, sang sopir diduga terkena serangan jantung setelah mengkonsumsi jamu yang dioplos. Namun hal itu dibantah pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta. 

"Sopirnya mengantuk, lalu bus miring ke kanan dan terperosok ke area taman yang ada pohon-pohonnya itu," kata Kasat Lantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Salim Margie, hari ini. 

Menurut Salim, posisi bus saat terhenti di taman itu berjarak 50 meter dari patung burung garuda yang terletak persis di tengah taman. Bus itu sendiri sedang tidak mengangkut penumpang, hanya berisikan sopir dan kondektur di dalamnya. Akibat kejadian tersebut arus lalu lintas di lokasi menjadi macet. 

Polisi masih mendata lebih lanjut mengenai peristiwa bus yang terperosok ini, sekaligus meminta keterangan sopir dan kondektur. Salim memastikan, tidak ada kerugian atau korban luka dari kejadian ini dan lalu lintas di lokasi sudah kembali normal.(DBI)

KAB. TANGERANG
PLN Targetkan Capai 8.000 Peserta Electric Run 2026

PLN Targetkan Capai 8.000 Peserta Electric Run 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:05

PT PLN (Persero) kembali menggelar PLN Electric Run 2026 dengan mengusung tema "Powering Our Green Future".

OPINI
Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:17

Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill