Sambut Kelulusan Sekolah, Tangcity Mall Gelar Hobbyland Olympics 2026 untuk Pelajar dan Komunitas
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:31
Bulan Mei menjadi momentum spesial bagi para pelajar, mulai dari menghadapi ujian akhir hingga merayakan kelulusan.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 1.000 pilot di Indonesia menganggur. Mereka tak memiliki pekerjaan dan sulit untuk bersaing dengan pilot - pilot lainnya.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso. Dia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut.
"Pilot di Indonesia selama dua tahun ini ada sekitar 1.000-an yang belum bekerja di airlines," ujar Agus saat ditemui di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Senin (6/11/2017).
Agus berharap sekolah - sekolah pilot yang ada di Tanah Air dapat bekerjasama dengan para maskapai. Hal tersebut bertujuan untuk menampung dan mendidik mereka di dunia kerja. "Supaya bisa tersalurkan dan dicari solusinya," ucapnya.
Pasalnya menurut Agus, sekolah - sekolah pilot di Indonesia keberadaannya semakin menjamur. Sehingga mereka yang lulus dari sekolah itu belum tentu bekerja sesuai dengan profesinya. "Sekolah pilot juga harus dilakukan audit," kata dia.
Agus juga mengungkapan, beberapa persoalan yang menyebabkan banyaknya pilot yang menganggur di negeri ini. Faktor utamanya yakni jumlah maskapai dan pesawat berbanding jauh dari total pilot yang ada di Indonesia.
"Maka dari itu kami lakukan program kerja sama dengan maskapai - maskapai negara asing. Seperti China dan Meksiko," imbuhnya.(RAZ/HRU)
Bulan Mei menjadi momentum spesial bagi para pelajar, mulai dari menghadapi ujian akhir hingga merayakan kelulusan.
TODAY TAGKepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membeli hewan kurban dan memastikan lapak penjualan memiliki stiker resmi dari Pemkot Tangerang.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews