Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com -Dalam rangka mempermudah melakukan penindakan serta pengawasan lalu lintas data penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Imigrasi Bandara Soekarno Hatta meluncurkan program aplikasi e-Manifest.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Enang Supriyadi Syamsi pada saat mensosialisasikan program e-Manifest di Hotel Bandara Soekarno Hatta, Jumat (24/11/2017). Menurutnya program ini sangat diperlukan, terutama dalam segi pelayanan keamanan penegakan hukum.
"e-Manifest bermanfaat untuk fungsi kerja kami. Dengan adanya aplikasi ini, kami tidak perlu ribet - ribet bawa hard copy data penumpang maskapai untuk pengawasan. Sekarang datanya melalui elektronik saja dan mudah diakses," kata dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan, bahwa data penumpang yang keluar masuk ke Indonesia (Bandara Soekarno-Hatta) ini cukup dengan elektronik dan dikirimkan kepada Kantor Imigrasi melalui bidang Wasdakim.
"Penerbangannya semisalkan 200 orang terdiri dari asal mana saja dan kami nanti melalui elektronik itu akan mudah deteksi data-data penumpang yang boleh dan tidak diizinkan terbang," ujarnya.
Kabid Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Bandara Soekarno Hatta Barron Ichsan menambahkan, cara kerja dari e-Manifest ini. Pihaknya bersinergi dengan sejumlah maskapai yang mengirim data penumpang, setelah itu diolah oleh petugas Imigrasi.
"Kebijakannya, hanya orang asing yang bermanfaat yang bisa masuk, tidak berbahaya, taat aturan, dan orang asing yang sesuai dengan tujuannya," ungkap dia.
Barron menyebutkan, kalau tidak sesuai dengan persyaratan dan kriteria, orang asing tersebut tidak akan kami izinkan masuk ke Indonesia. "Setiap orang asing yang tidak memenuhi persyaratan bakal dibawa pulang lagi," paparnya.(RAZ/HRU)
TODAY TAGMenikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews