Connect With Us

Pasca Bom Surabaya, Menhub Pastikan Keamanan Bandara Soekarno-Hatta

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 13 Mei 2018 | 16:00

| Dibaca : 430

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendatangi Bandara Soekarno-Hatta Minggu (13/5/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendatangi Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang untuk mengecek dan memastikan keamanannya pasca insiden pengeboman di Surabaya.

Budi Karya tiba pada Minggu (13/5/2018) siang. Dia didampingi Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awalludin, Eksekutif General Manager Bandara Soekarno-Hatta M Suriawan Wakan, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta AKBP Viktor Togi dan Dandim 05/06Tgr Letkol Inf Gogor AA.

Saat tiba di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Budi Karya memberi arahan kepada ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI dan Polri.

Budi Karya mengatakan, bangsa yang besar dan berbudaya tentu harus melawan segala bentuk kegiatan teror.

"Kita harus selalu siap. Untuk semua yang hadir mari kita jaga bersama Bandara Soekarno-Hatta seluruhnya untuk keamanan bangsa," ujarnya di hadapan para personel.

Budi Karya meyakini bahwa keamanan di Bandara Soekarno-Hatta akan selalu kondusif dan bisa terhindar dari ancaman teror.

Budi Karya juga meminta kepada petugas agar memberikan tindakan tegas kepada setiap orang yang mencurigakan.

"Saya yakin TNI, Polri orang terbaik di Indonesia kita mampu untuk menjaga bandara ini tetap aman. Berikanlah rasa aman kepada semua pengunjung dengan kasih sayang. Lakukan tindakan tegas kepada setiap mereka-mereka yang mencurigakan. Marilah kita awasi segala gerak yang mencurigakan," paparnya.

Setelah mengecek persiapan personel, Budi Karya pun langsung turun langsung untuk melakukan pemeriksaan dan situasi di dalam Terminal 1, 2, dan 3.

Sementara M Suriawan Wakan menuturkan, ratusan petugas gabungan pun telah diterjunkan dan tersebar untuk mengamankan area Bandara Soekarno-Hatta. Terlebih objek-objek vital juga telah diperketat.

"Petugas kita tempatkan di titik objek vital, seperti tower, kereta bandara, terminal-terminal. Kekuatan personel bertambah dari 500 sampai 700 personel ditambah Gegana," katanya.

Sejumlah personel yang menuntun K9 atau Anjing pelacak juga telah bersiap siaga. Hingga kini, Wakan memastikan bahwa keamanan di seluruh area Bandara Soekarno-Hatta tetap kondusif.

"Situasi keamanan kondusif, kami selalu akan ciptakan situasi ini. Kemudian kami mengamati gerak-gerik orang, ada orang yang memegang ransel menutupi wajah akan menanyainya dan langsung ditindaklanjuti jika membahayakan," paparnya.(RAZ/RGI)

TEKNO
Samsung Rilis Galaxy A8+ Edisi Spesial Avenger : Infinity War

Samsung Rilis Galaxy A8+ Edisi Spesial Avenger : Infinity War

Jumat, 27 April 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Samsung meluncurkan Samsung Galaxy A8 + Avengers Marvel Studio: Infinity War Special Edition dalam jumlah yang sangat terbatas, yaitu 500 barang koleksi. Smartphone ini hanya akan tersedia saat Avengers Marvel Studio: Infinity War

TANGSEL
Rekonstruksi Tewasnya Pelajar Saat Tawuran di Tangsel, Pelaku Peragakan 14 Adegan

Rekonstruksi Tewasnya Pelajar Saat Tawuran di Tangsel, Pelaku Peragakan 14 Adegan

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Satuan Reserse Kriminal Polres Tangsel menggelar rekonstruksi kejadian tawuran pelajar yang menyebabkan satu orang tewas akibat senjata tajam. Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara (TKP) dengan 14 adegan

KAB. TANGERANG
249 Warga Binaan Klas I Tangerang Dapat Remisi Kemerdekaan

249 Warga Binaan Klas I Tangerang Dapat Remisi Kemerdekaan

Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:26

TANGERANGNEWS.com-Ratusan warga binaan pemasyarakatan Rumah Tahanan (rutan) Klas 1 Tangerang mendapatkan remisi saat

BANDARA
HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Berbagai perlombaan digelar oleh pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yakni PT Angkasa Pura II

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie