Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akan membangun gedung Transit Oriented Development (TOD) yang dikhususkan untuk parkir kendaraan sepeda motor.
"Sebentar lagi kita akan bangun TOD untuk sepeda motor. Yang di M1 itu kita akan kita buat bangunannya," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Selasa (11/9/2018).
Awaluddin mengatakan, gedung parkir tersebut akan dibangun di kawasan M1, Bandara Soetta yang rencananya mulai dikerjakan pada November 2018. Menurutnya, tipe gedung tersebut berlantai dua dengan bangunan yang menggunakan konstruksi baja.
"Diperkirakan selesai April - Mei 2019, karena bulan depan sudah mulai kita bangun," katanya.
Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan bahwa pengembangan ini bertujuan untuk menambah daya tampung sepeda motor. Sebab, per harinya pengguna fasilitas yang memarkirkan sepeda motornya di Gedung TOD mencapai 7000 kendaraan yang notabene karyawan di Bandara Soetta.
Selain itu, dengan adanya perkembangan gedung TOD ini bertujuan agar sepeda motor yang terparkir lebih tertata dengan rapi.
"Jadi gedung parkir untuk sepeda motor yang pergerakannya selama 24 jam itu 3 shift pekerja hampir 6000-7000 sepeda motor yang parkir. Itulah yang memang padat sekali. Kami lihat sekarang dengan parkir yang belum begitu rapi akan masuk ke dalam gedung sehingga akan lebih rapi," paparnya.(RAZ/RGI)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGPT PLN (Persero) UID Banten melalui UP3 Cikokol menggelar program PLN Goes To School di SMA Negeri 2 Kota Tangerang.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews