Connect With Us

Bawa Ekstasi, Polisi Ringkus Dua Gadis Malaysia di Bandara Soetta

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 9 November 2018 | 18:00

Dua wanita asal Malaysia yang berinisial NN dan NRA diamankan Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta karna menyelundupkan 2.721 butir Extasi dengan cara menyelipkan di celananya. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta membekuk dua wanita asal Malaysia lantaran menyelundupkan 2.721 butir Extasi dengan cara menyelipkan dicelananya.

Gadis berinisial NN dan NRA itu dibekuk di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Sabtu (3/11/2018) lalu.

Saat itu, keduanya datang ke Indonesia menggunakan pesawat Air Asia AK-380 rute Malaysia - Jakarta.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Victor Togi Tambunan menjelaskan, bahwa penangkapan tersebut. Menurutnya, penangkapan berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap penumpang NN. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan narkotika.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam, dari NN diperoleh keterangan bahwa dirinya tidak sendiri. Ia datang bersama tersangka NRA yang sudah keluar terminal saat itu," ujarnya dalam jumpa pers di Mapolresta Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (9/11/2018).

Kemudian, petugas Bea Cukai bersama dengan anggota Sat Res Narkoba Polresta Bandara Soetta menginterogasi NN. Sebab, NN pernah berurusan dengan Polisi dengan kasus yang lain.

Polisi pun langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. NRA diamankan di salah satu Hotel di Jakarta. 

"Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan didalam selipan celana yang dikenakan oleh NRA barang bukti narkotika berupa 3 kantong plastik yang berisi narkotika jenis ekstasi sebanyak 2.721 butir," ungkap Tambunan.

Dari keterangan kepada Polisi, bahwa keduanya diperintahkan oleh TN (DPO) yang masing-masing akan memperoleh upah 2 ribu ringgit untuk NN dan seribu ringgit untuk NRA.

Mereka akan memperoleh upah ketika Ekstasi tersebut diambil oleh orang yang sudah menunggu di Jakarta.

Polisi kemudian melakukan Control Delivery. Benar saja, barang haram tersebut ternyata diambil oleh CS dan YC. Kemudian, petugas pun dengan sigap meringkus keduanya. 

"Berdasarkan keterangan CS dan YC sebelum dirinya tertangkap juga sudah mengambil narkotika jenis Ekstasi di Jakarta Timur yang kemudian disimpan di dalam mobil lnova yang diparkir di depan rumah CS yang berada di Tangerang," beber Tambunan. 

Selanjutnya Polisi mengamankan mobil Toyota Inova milik CS. Setelah digeledah, petugas menemukan 4 bungkus plastik yang didalamnya berisi sebanyak 4 butir pil Ekstasi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandara Soetta. Mereka melanggar Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Maka atas kejadian tersebut terhadap tersangka NRA, NN, CS dan YC dapat disangkakan melanggar pasal 114 ayat 2 subsider pasal 113 ayat 2 lebih subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati," tegas Tambunan.(MRI/RGI)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BANTEN
Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:00

Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-41 Tahun 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, menargetkan nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai 17,5 miliar dolar AS.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill