Connect With Us

Dirut AP II Tidak Ingin Pelanggan di Bandara Stres

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 10 Mei 2019 | 16:00

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-PT Angkasa Pura II terus menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan pelayanan di 16 bandara yang dikelolanya termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, pelanggan atau pengguna jasa jangan sampai mengalami stres ketika berada di bandara karena persoalan pelayanan.

"Jangan kemudian masyarakat datang ke bandara jadi stres. Misalnya mau masuk ke lapangan parkir stres karena macet," ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (10/5/2019).

Selain stres, kata Awaluddin, para customer juga sampai mengalami kerepotan dan kebingungan dengan informasi ketika berada di bandara.

"Kalau itu terjadi masyarakat akan tidak nyaman," ucapnya.

Kata Awaluddin, perseroan terus berupaya menerapkan dan meningkatkan  berbagai fasilitas yang memudahkan pelayanan di 16 bandara.

Sehingga para pengguna jasa yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II merasakan kenyamanan dengan terhindar dari stres, repot dan bingung.

"Peningkatan fasilitas dan penyempurnaan fasilitas di dalam bandara itulah fokus kita sebagai operator. Jadi saya berharap era saat ini bandara-bandara kita akan mendapatkan fasilitas yang memberikan kemudahan serta bertransformasi menjadi digital," paparnya.(MRI/RGI)

TANGSEL
Lansia di Pondok Aren Ditikam Tetangga saat Lagi Asuh Cucu

Lansia di Pondok Aren Ditikam Tetangga saat Lagi Asuh Cucu

Senin, 4 Mei 2026 | 10:45

Peristiwa mencekam terjadi di Jalan Jombang Raya, Gang Buntu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu 3 Mei 2026 siang.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill