Connect With Us

Penumpang Lion Air Diturunkan

| Kamis, 3 Juni 2010 | 18:34

Razia Bandara (tangerangnews / dens)

TANGERANGNEWS-Penumpang pesawat Lion Air diturunkan dari pesawat lantaran tidak mendapat tempat duduk. Pasalnya tempat duduknya sudah ditempati penumpang lain. Akibatnya, mereka memprotesnya dan menyatakan kecewa dengan pelayanan maskapai tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (3/6) dengan nomor penerbangan JT 0636, dengan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta-Bandara Fatmawati Bengkulu.

Menurut salah seorang penumpang yang bernama Adam Adhari Abimanyu kuat dugaan ini semua adalah permainan calo tiket pesawat dengan petugas Airline. Sebab, kata dia,  penumpang ke Bengkulu memang kemarin membludak karena ada pagelaran  MTQ Nasional di Bengkulu.

Dia mengatakan, peristiwa yang dialami berawal dari delaynya pesawat selama setengah jam.  Penumpang yang awalnya dikumpulkan dalam ruang tunggu pintu (gate)  4, dipindahkan ke ruang pintu 2 saat memasuki waktu jam pemberangkatan pukul 09.15 WIB. "Sekitar jam 9.30 barulah para penumpang melakukan pemeriksaan boardingpass dan  diminta untuk memasuki pesawat. Alasan keterlambatan saat itu karena petugas sedang membenahi penomoran tempat duduk pesawat," ujarnya dengan kecewa, hari ini.


Namun ketika sebagian besar penumpang telah menempati tempat, sebagian lainnya terlibat cekcok dengan petugas. Lantaran memperebutkan  bangku pesawat. "Mohon maaf pak, telah terjadi kesalahan teknis. Kemingkinan harus ada penumpang yang mengalah, karena bangku penuh. Nanti kami carikan pesawat pengganti yang tercepat," kata Adam menirukan seorang petugas bernama Nurhasan saat membujuk penumpang untuk mengalah.

Meski begitu, sejumlah penumpang tetap ngotot karena merasa sudah memiliki tempat duduk sesuai dari apa yang sudah diberikan oleh petugas. Bahkan  sebagian penumpang yg ditengarai tak memiliki tempat duduk malah enggan untuk meninggalkan tempat duduk yang telah dipesan.

Setelah terlibat perdebatan panjang hingga keberangkatan pun terpaksa ditunda. Akhirnya tiga penumpang dintara penumpang lain terpaksa diminta turun. Ketiganya adalah Adam Adhari Abimanyu di seat 6F, Suni diseat 6E asal Serang, Banten  dan Jitro asal Gorontalo diseat 1C.

Tiga penumpang dibawa ke tempat istirahat milik maskapai penerbangan Lion Air yang berlokasi di terminal 1 bandara tersebut. Saat itu, ketiganya dijanjikan untuk diterbangkan pukul 11.00 WIB dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Namun, janji itu pun tak terpenuhi.

"Mereka pada saat jam 11.00 memohon maaf. Dan memberitahukan  penerbangan melalui pesawat lain semua sudah penuh. Jadi terpaksa keberangkatan kembali diundur sampai pukul 1.00 WIB," ujar Adam. Menurut Adam, setelah dirinya mengusut, ternyata peristiwa itu buka pertama kali terjadi. Bahkan sebagian penumpang  ada yang diinapkan di Jakarta, dengan permasalahan yang sama. Penumpang lainnya bernama Jitro, kontingen MTQ asal Gorontalo.  Jitro mengaku, aneh dengan peritiwa yang dialaminya. "kok bisa ada tiket bernomor bangku sama, gak mungkin. Padahal kalau peswat sudah penuh jangan terus menjual tiket dong. Payah sekali pelayanannya," kata Jitro.

Humas Administrator Bandara Moch Syukur mengatakan, dirinya sangat menyayangkan penumpang tidak melaporkan ke pihaknya. Padahal, ini kalau dilaporkan ke dia, pihaknya akan langsung melakukan penyelidikan atas kelalaian itu. "Harusnya lapor telep dan lapor ke 021 5591 2648, kami akan datang ke lokasi dan membuat berita acara untuk disampaikan ke Ditjen Perhubungan Udara," ujarnya.

Ditanya soal sanksi, itu biasa diatur dalam Peraturan Pemerintah No.40 tahun 1995 tentang angkutan udara. "Ada itu disitu soal kelalaian, tapi saya nggak hapal sanksinya apa," ujarnya.

Sementara itu, ketika dihubungi Humas Lion Air , Yanin mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban ke media. "Saya masih ngecek keberannya, nanti kalau sudah saya telepon," katanya. Hingga petang kemarin pihak Lion Air masih melakukan pemeriksaan nama-nama dan nomor penerbangan , terhadap penumpang yang dimaksud. (dira)

SPORT
Turnamen Catur di Paramount Petals Diikuti 150 Pelajar, Bupati Tangerang Ikut Tanding Lawan FIDE Master

Turnamen Catur di Paramount Petals Diikuti 150 Pelajar, Bupati Tangerang Ikut Tanding Lawan FIDE Master

Minggu, 13 September 2026 | 14:33

Sebanyak 150 pelajar tingkat SD dan SMP mengikuti Turnamen Catur yang digelar Paramount Petals bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang di Pasar Modern Paramount Petals, Sabtu, 12 September 2026.

BANTEN
Dindikbud Banten Berlakukan Sekolah Tatap Muka Mulai 14 September, Diwajibkan Pakai Masker

Dindikbud Banten Berlakukan Sekolah Tatap Muka Mulai 14 September, Diwajibkan Pakai Masker

Sabtu, 12 September 2026 | 16:27

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten resmi mengumumkan Pembelajaran Tatap Muka (Luring) bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SKh negeri maupun swasta mulai Senin, 14 September 2026.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

KOTA TANGERANG
Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Sabtu, 12 September 2026 | 17:22

Debit Sungai Cisadane mengalami menurunan hingga 40 sentimeter (cm) dari batas normal. Hal ini memicu langkah antisipasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang guna memastikan ketersediaan sulai air baku bagi warga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill