Ini 12 Lokasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Tangerang Raya
Minggu, 19 Juli 2026 | 19:53
Euforia final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina mulai terasa di berbagai wilayah Tangerang Raya.
TANGERANGNEWS.com-Aksi massa yang terlibat bentrok dengan aparat di sekitar kawasan Tanah Abang, Jakarta berimbas pada kekhawatiran masyarakat.
Kondisi mencekam selama dua hari berturut-turut mengakibatkan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pun cemas bertolak ke Jakarta.
Rizwan, seorang penumpang asal Semarang yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta mengaku hendak ke Jakarta demi kepentingan pekerjaan.
Ia mengaku risau mendengar kondisi Jakarta yang sempat memanas karena aksi massa bentrok dengan aparat hingga perusakan fasilitas yang menelan korban jiwa.
"Saya tahu, mendengar kabar mengenai kondisi di Jakarta dan membuat kekhawatiran," ujarnya saat ditemui di Terminal 3 Domestik, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (23/5/2019).
Kendati risau, ia mengatakan bahwa harus tetap melaksanakan tugasnya di Jakarta. "Tapi nggak apa-apa, semoga kondisi di Jakarta cepat membaik," imbuhnya.
Senada dengannya, Ardian Tanu, seorang penumpang asal Palembang yang juga tiba di Bandara Soekarno-Hatta mengaku hendak ke Jakarta untuk menemui sanak saudaranya.
Ia juga merasa cemas dengan kondisi Jakarta saat ini. Menurutnya, selepas bertemu dengan sanak familinya nanti, ia akan langsung bertolak ke Palembang lagi.
"Memang saya mau ke Jakarta, cuma mau ketemu saudara dan ingin memastikan kabarnya," ucapnya.
Seperti diketahui, aksi massa yang menolak hasil Pilpres 2019 di sekitaran Jakarta berujung bentrok dengan aparat pada Selasa dan Rabu (21-22/5/2019) malam.
Sementara situasi dan kondisi di Jalan MH Thamrin tepatnya depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat dan sekitarnya pada Kamis (23/5/2019) ini dikabarkan sudah kondusif. Meski demikian, ruas jalan masih ditutup dan pasukan Brimob tetap bersiaga.(MRI/RGI)
Euforia final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina mulai terasa di berbagai wilayah Tangerang Raya.
TODAY TAGMemiliki kebun sayur sendiri tidak lagi identik dengan halaman yang luas. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, area terbatas seperti teras, balkon, hingga sudut rumah
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews