Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Aksi massa yang terlibat bentrok dengan aparat di sekitar kawasan Tanah Abang, Jakarta berimbas pada kekhawatiran masyarakat.
Kondisi mencekam selama dua hari berturut-turut mengakibatkan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pun cemas bertolak ke Jakarta.
Rizwan, seorang penumpang asal Semarang yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta mengaku hendak ke Jakarta demi kepentingan pekerjaan.
Ia mengaku risau mendengar kondisi Jakarta yang sempat memanas karena aksi massa bentrok dengan aparat hingga perusakan fasilitas yang menelan korban jiwa.
"Saya tahu, mendengar kabar mengenai kondisi di Jakarta dan membuat kekhawatiran," ujarnya saat ditemui di Terminal 3 Domestik, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (23/5/2019).
Kendati risau, ia mengatakan bahwa harus tetap melaksanakan tugasnya di Jakarta. "Tapi nggak apa-apa, semoga kondisi di Jakarta cepat membaik," imbuhnya.
Senada dengannya, Ardian Tanu, seorang penumpang asal Palembang yang juga tiba di Bandara Soekarno-Hatta mengaku hendak ke Jakarta untuk menemui sanak saudaranya.
Ia juga merasa cemas dengan kondisi Jakarta saat ini. Menurutnya, selepas bertemu dengan sanak familinya nanti, ia akan langsung bertolak ke Palembang lagi.
"Memang saya mau ke Jakarta, cuma mau ketemu saudara dan ingin memastikan kabarnya," ucapnya.
Seperti diketahui, aksi massa yang menolak hasil Pilpres 2019 di sekitaran Jakarta berujung bentrok dengan aparat pada Selasa dan Rabu (21-22/5/2019) malam.
Sementara situasi dan kondisi di Jalan MH Thamrin tepatnya depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat dan sekitarnya pada Kamis (23/5/2019) ini dikabarkan sudah kondusif. Meski demikian, ruas jalan masih ditutup dan pasukan Brimob tetap bersiaga.(MRI/RGI)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.
Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews