Connect With Us

Keren! Halal Park di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 27 Mei 2019 | 10:17

Halal Park di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. (Istimewa / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Halal Park di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta keren karena mengangkat industri syariah nasional yang merupakan salah satu motor penggerak ekonomi.

Halal Park juga menjadi one stop solution untuk mendapatkan berbagai produk dan jasa berbasis halal mulai dari makanan dan minuman, busana, kosmetik, perbankan syariah, ritel, UMKM Syariah, hingga lembaga penyaluran zakat, infaq dan sedekah, serta lainnya.  

“Kami berharap Halal Park ini bisa menghadirkan customer experience yang lebih baik bagi pengunjung bandara dan traveler dalam bulan Ramadhan ini,” ujar President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Seiring dengan dibukanya Halal Park, PT Angkasa Pura II (Persero) langsung meluncurkan program ‘Ramadhan Sale in Halal Park at Terminal 3 Soekarno-Hatta Airport.’

Program tersebut memberikan potongan harga 20% dengan besaran maksimal Rp 20.000, untuk pembelanjaan mulai Rp 10.000 khusus transaksi menggunakan LinkAja di seluruh tenant Halal Park Terminal 3.

“Kami berharap Bandara Soekarno-Hatta bisa mendukung posisi Indonesia sebagai leader dalam industri wisata halal global. Lebih dari itu, kami ingin menjadikan Soekarno-Hatta sebagai salah satu destinasi wisata halal di Indonesia,” ujar Muhammad Awaluddin.

“Halal Park juga menandakan inovasi kami dalam meningkatkan pendapatan dari noncore business. Soekarno-Hatta kini bukan hanya sebagai tempat naik dan turun pesawat, tapi menjelma menjadi pusat bisnis. Halal Park bisa meningkatkan nilai transaksi komersial, yang sekarang sudah menyentuh belasan triliun rupiah.”

Adapun guna mendorong penjualan tenant Halal Park, AP II juga mengembangkan skema offline to online (O2O) sehingga para pekerja di kawasan Soekarno-Hatta dapat memesan produk tenant melalui situs atau aplikasi Indonesia Airport untuk kemudian diantar ke tujuan.

Halal Park Terminal 3 Soekarno-Hatta juga disiapkan sebagai pusat kegiatan bernuansa Islami seperti yang dilakukan kemarin, 23 Mei 2019, yakni pemberian santunan kepada 100 anak yatim di sekitar bandara.

“Semoga santunan ini dapat berguna bagi para anak yatim, dan kami mendorong agar komunitas di Bandara Soekarno-Hatta juga bisa melakukan hal yang sama.”

 Muhammad Awaluddin mengatakan, Halal Park ini akan dikembangkan lebih lanjut hingga triwulan keempat tahun 2019 dengan total lahan seluas 8000 m2. 

“Halal Park Bandara Soekarno-Hatta selanjutnya akan dikembangkan di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan investasi mencapai Rp 50 miliar dengan total 120 tenant modular. Pada triwulan keempat tahun 2019 diharapkan kawasan tersebut sudah dibuka,” ujar Muhammad Awaluddin.(MRI/RGI)

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

TANGSEL
Pilar Tegur Camat Pondok Aren yang Pergi ke Bandung saat Agenda Rapat Darurat Sampah Tangsel

Pilar Tegur Camat Pondok Aren yang Pergi ke Bandung saat Agenda Rapat Darurat Sampah Tangsel

Jumat, 16 Januari 2026 | 12:14

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menegur Camat Pondok Aren Hendra yang tidak hadir dalam rapat koordinasi penanganan sampah di tengah kondisi darurat sampah yang sedang dihadapi Tangsel.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill