Connect With Us

Perawat Disayat Pasiennya di Bandara Soekarno-Hatta

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:11

Korban, Deri Winanto, 32, masih terbaring lemah di rumah sakit karena luka sayatan pada lehernya. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Seorang perawat di area parkir mobil Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta menjadi korban penyayatan leher pada Jumat (27/2/2021) pukul 00.55 WIB. 

 

Perawat bernama Deri Winanto, 32, pun masih terbaring lemah di rumah sakit karena luka pada lehernya setelah disayat menggunakan silet oleh pelaku yang merupakan pasiennya bernama Rafly Ardiansyah, 19. 

 

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian mengatakan, pelaku Rafly diduga mengalami gangguan jiwa karena pernah dirawat selama satu bulan lamanya untuk rehabilitasi. 

 

"Pernah dirawat di Yayasan Dhira Suman Tritoha yang merupakan pusat rehabilitasi gangguan jiwa dan narkotika," jelas Adi, Sabtu (27/2/2021). 

 

Selama satu bulan direhabilitasi, Rafly ini dirawat oleh Deri. Ikhwal kejadian saat pelaku Rafly berpamitan dengan kedua orang tuanya di rumahnya di kawasan Serang, Banten. 

 

"Pelaku ini izin ke orang tuanya mau ke Bali menggunakan motor, tapi sambil marah-marah kepada orang tuanya," jelas Adi. 

 

Karena khawatir, orang tua korban langsung menghubungi korban Deri untuk mencari pelaku. 

 

"Kemudian korban mendapati informasi melalui chat WhatsApp ponsel milik pelaku mengaku berada di Bandara Soekarno-Hatta," kata Adi. 

 

Korban pun langsung datang ke Bandara Soekarno-Hatta bersama sopir pada Kamis (25/2/2021) sekira pukul 22.00 WIB. 

 

Akhirnya Rafly dan Deri bertemu di area parkir mobil Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 00.55 WIB. 

 

"Secara tiba-tiba pelaku menyayat leher sebelah kiri korban hingga mengalami pendarahan cukup parah," jelas Adi. 

Barang Bukti Silet.

Korban langsung dilarikan dengan ambulans dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta menuju RS Ciputra, Jakarta Barat. 

 

"Keadaan korban sampai sekarang stabil dengan luka luar. Pagi ini dilakukan pengecekan oleh dokter spesialis di RS Ciputra," tuturnya. 

 

Hingga saat ini Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta masih mendalami motif Rafly yang tega menyayat korban.

BANTEN
 Tembus 7 Ribu Orang, Banten Peringkat Kedua PHK Tertinggi di Indonesia Sepanjang 2026

Tembus 7 Ribu Orang, Banten Peringkat Kedua PHK Tertinggi di Indonesia Sepanjang 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:37

Provinsi Banten menjadi wilayah dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang cukup memprihatinkan sepanjang Januari hingga September 2026.

NASIONAL
Makin Gampang, Bayar Listrik dan Token PLN Bisa Lewat Koperasi Merah Putih

Makin Gampang, Bayar Listrik dan Token PLN Bisa Lewat Koperasi Merah Putih

Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:32

PT PLN (Persero) menggandeng 107 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Indonesia untuk menyediakan layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill