Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNEWS.com-Masyarakat diminta untuk mengatur waktu pada saat menjemput keluarga pasca mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Pasalnya, kapasitas parkir kendaraan di bandara tersebut terbatas.
"Kapasitas parkir terbatas. Imbauan kepada pengguna jasa Bandara Soekarno-Hatta agar mengatur waktu pada saat menjemput keluarga pasca mudik Lebaran tahun 2022," kata Kasat Lantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Bambang Askar Sodiq, Kamis 5 Mei 2022.
Adapun kapasitas parkir kendaraan di Bandara Soekarno-Hatta hanya mampu menampung 5.919 kendaraan roda empat, dengan rincian 1.802 di terminal 1, 1.340 di terminal 2, dan 2.777 di terminal 3.
Bambang menjelaskan, pengaturan waktu yang dimaksud adalah jangan terlalu cepat datang, karena bisa menyebabkan penumpukan atau kepadatan di areal parkir.
"Jadi waktunya harus disesuaikan. Misalkan estimasi landing-nya pukul 14.00 WIB. Tidak perlu tiba di areal penjemputan parkir terlaku cepat. Paling tidak 5 menit sebelumnya, karena pasti waktu pengambilan bagasi di conveyor bagasi akan lama, mengingat lonjakan arus balik," terangnya.
Bambang juga mengingatkan bahwa area parkir Bandara Soekarno-Hatta sudah menggunakan sistem pembayaran elektronik.
"Pastikan saldo pembayaran elektronik Anda mencukupi," pesannya.
Pihak Kepolisian memperkirakan puncak arus balik pengguna transportasi udara akan terjadi pada H+5, H+6, dan H+7 Lebaran 2022.
Sementara perkiraan penumpang dalam waktu puncak arus balik tersebut berjumlah 154.914 penumpang, 136.595 penumpang, dan 136.333 penumpang.
"Secara psikologis, masyarakat yang akan berangkat mudik dan yang balik itu berbeda. Karena semangat mudik dan balik itu sangat jauh berbeda. Secara psikologis masyarakat yang balik akan emosi tinggi karena mereka letih, capek, duit habis, besok masuk kerja, dan jemputan lama," pungkas Bambang.
TODAY TAGAda yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews