Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pesepeda berinisial TS tewas setelah terlibat kecelakaan di Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Korban berusia 56 tahun tersebut meninggal setelah ditabrak pengendara sepeda motor pada Rabu, 28 September 2022 malam.
Kecelakaan itu bermula saat TS sedang mengendarai sepeda, dan keluar dari gang untuk bergabung ke jalan Perimeter Utara sekitar pukul 19.30 WIB.
"Sesampainya di lokasi tepatnya di Desa Rawa Burung, pesepeda tersebut ditabrak oleh pengendara sepeda motor yang datang dari arah Bandara Soekarno-Hatta menuju Tangerang," jelas Kasat Lantas Polresta Bandara Soetta Kompol Bambang Askar Sodiq, Kamis, 29 September 2022.
Pengendara sepeda motor berinisial SA, 24, saat itu diduga melaju dengan kecepatan tinggi, dan tidak dapat mengendalikan kendaraannya, sehingga menabrak pesepeda tersebut.
"Korban terpental sejauh kurang lebih 20 meter yang mengakibatkan pengendara sepeda mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal," jelasnya.
Usai kejadian itu, SA yang merupakan warga Kampung Sukamandi, Neglasari, Kota Tangerang dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Kampung Melayu untuk mendapatkan perawatan.
"Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut telah diamankan ke Polresta Bandara Soetta untuk penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Dalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews