Connect With Us

Dimyati Natakusumah Tiru Ahok di Banten

Denny Bagus Irawan | Rabu, 20 April 2016 | 19:00

| Dibaca : 7330

Achmad Dimyati Natakusumah (@TangerangNews.com / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANG-Acmad Dimyati Natakusumah, anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan meniru Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan mencalonkan diri melalui jalur independen di Pilkada Banten.   

 

Dirinya melihat meski mahal biaya calon independen, tetapi dia ingin menguji publik karena memang selama ini jarang dilakukan di Banten.

 

“Kenapa saya katakan mahal, kalau sukarela masyarakat beli satu materai saja Rp6.000 untuk satu juta orang, itu gotong rotong masyarakat membuat surat penyataan saja,  bisa mencapai Rp6 miliar,” ujarnya, Rabu (20/4) di Tangerang.

 

Dia juga membantah jika ada yang mencurigai bahwa dia saat ini tengah ‘jualan’ agar nantinya akan dibayar setelah disuruh mundur oleh calon lain.  Karena, kata Dimyati, dirinya memang merupakan  Sekjen PPP, sehingga banyak yang meragukan kalau dia mau maju bersungguh-sungguh.

 

 “Karena seolah kan tidak mungkin, pasti  akan ada conflict of interest. Tapi saya tegaskan, partai pun justru mendukung saya, itu tertuang pada Musyarawarah Kerja,” jelas Dimyati.

 

Dimyati juga menjelaskan alasannya ingin maju pada Pilkada Banten, karena dia selama ini melihat bakal calon yang sudah ‘mencuri start’ dalam kampanye, dianggapnya belum mumpuni.

 

“Saya selama ini melihat dulu atau wait and see.  Saya lihat tak ada dari calon yang muncul saat ini yang  dapat mempercepat perubahan di Banten, tanpa mengecilkan ya, saya anggap belum mumpuni,” ujarnya.

 

Baca juga : Kumpulan Berita Pilkada Banten

 

Mantan Bupati Pandeglang tersebut mengatakan, hingga saat ini pihaknya melalui tim berjuluk  ‘Dulur Dimyati’ telah berhasil mengumpulkan 700 kartu tanda penduduk (KTP).

 

“Saya yang lahir di Tangerang ini,  sudah berkomunikasi juga dengan Arief (Wali Kota Tangerang) dan Zaki Iskandar (Bupati Tangerang), saya tanya (kepada keduanya) pada mau maju apa enggak, mereka bilang masih fokus di daerah, kenapa saya tanya mereka,  karena mereka anak muda yang memiliki kemampuan. Meski saya dibilang belum masuk ke dalam survey, saya yakin akan melonjak,  karena saya sudah punya kekuatan,  nama saya yang bagus dan bersih saat memimpin Pandeglang,” tuturnya.

 

Dia juga menyampaikan, sampai saat ini sudah ada beberapa nama yang sudah mendatanginya untuk menawarkan menjadi diri sebagai calon wakil gubernur mendampinginya, seperti Andhika Hazrumy anak dari Ratu Atut Chosiyah,  kemudian tim dari Intan Nurul Hikmah adik Zaki Iskandar dan  Wawan Iriawan Ketua DPD Nasdem.

 

“Saya rasa itu nanti kita serahkan kepada tim dan ‘Dulur Dimyati’ dan koalisi partai yang akan mendukung Dimyati, yang pasti saya tidak mau punya hutang ke partai politik, ini tujuannya agar Banten bisa berbenah, bisa berubah, bisa kok Banten bersih dengan kondisi masyarkat seperti ini, asalkan betul-betul ada kemauan, saat ini kan sudah nyaris hattrick (setiap Gubernur Banten terjerat kasus korupsi) ,” katanya.

BISNIS
Konsumen Alfamart : Aneh Kok Perseroan Minta Sumbangan

Konsumen Alfamart : Aneh Kok Perseroan Minta Sumbangan

Rabu, 8 Maret 2017 | 13:00

TANGERANGNews.com- Mustolih Siradj konsumen Alfamart yang kini digugat PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menjelaskan kenapa dirinya mempertanyakan donasi yang dipungut perusahaan tersebut.

SPORT
Red Bull Luncurkan RB13,Bidik Kembali Singasana F1

Red Bull Luncurkan RB13,Bidik Kembali Singasana F1

Senin, 27 Februari 2017 | 08:15

Red Bull merilis mobil terbarunya untuk musim 2017. Diberi nama RB13, jet darat itu ditargetkan bisa menandingi Mercedes dan merebut kembali singasana balapan F1.

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

"Ketika satu pintu tertutup, pintu-pintu lainnya terbuka, tetapi kita sering terlalu lama menatap dan menyesali pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka untuk kita."

Alexander Graham Bell