Connect With Us

Wartawan se-Banten Tolak Kriminalisasi Pers

| Rabu, 25 November 2009 | 15:32

| Dibaca : 2123

Wartawan Demo (tangerangnews/selly / tangerangnews/selly)

BANTEN.NEWS-Puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang tergabung dalam Forum Diskusi Wartawan Harian (FDWH) Banten mengadakan unjuk rasa di halaman kantor Pemerintah Kota Serang, Rabu (25/11), menuntut agar Polri tidak melakukan kriminalisasi terhadap pers.

Aksi tersebut dilakukan wartawan Banten, sebagai bentuk penolakan pemanggilan polisi terhadap Harian Umum Kompas dan Seputar Indonesia untuk dimintai keterangan terkait rekaman Anggodo Widjojo yang diputar di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya, mereka selain berorasi juga membentangkan tulisan-tulisan yang berisikan dukungan moral kepada dua media yang dipanggil Polri, serta kecaman-kecaman kepada pihak-pihak yang melakukan kriminalisasi terhadap pers.

Selain itu, mereka juga menyebarkan selebaran-selebaran pernyataan FDWH kepada para pengguna jalan raya yang mengakibatkan arus lalu-lintas menjadi padat merayap.
Kordinator aksi, Eka Setia Laksmana dari harian Radar Banten mengatakan, pemanggilan saksi berkaitan dengan produk jurnalisme-nya adalah awal dari kriminalisasi pers.

"Tidak seharusnya pers dikriminalisasikan. Pemanggilan kedua rekan kami adalah suatu penghambatan kebebasan pers," kata Eka saat berorasi.(Persda)

NASIONAL
VIDEO :  Buaya Raksasa Ditangkap Warga & Diangkut Buldoser

VIDEO : Buaya Raksasa Ditangkap Warga & Diangkut Buldoser

Senin, 10 Agustus 2020 | 14:30

TANGERANGNEWS.com-Peristiwa seekor buaya raksasa berukuran 4,5 meter

HIBURAN
Budi Euy Luncurkan Lagu Aku Suka Dongeng

Budi Euy Luncurkan Lagu Aku Suka Dongeng

Rabu, 22 Juli 2020 | 20:48

TANGERANGNEWS.com-Untuk meramaikan Hari Anak Nasional (HAN) yang

PROPERTI
Pengembang Properti di Serpong Pailit, Nasib Konsumen Bakal Begini

Pengembang Properti di Serpong Pailit, Nasib Konsumen Bakal Begini

Minggu, 19 Juli 2020 | 09:31

TANGERANGNEWS.com-PT Cowell Development Tbk, pengembang perumahan mewah di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, dinyatakan pailit alias bangkrut. Konsumen pun terancam kesulitan dalam mendapat hak nya

"Dengan Hidup yang Hanya Sepanjang  Setengah Tarikan Napas, Jangan Tanam Apapun Kecuali Cinta."

Jalaluddin Rumi