Connect With Us

Mantan TKI di Banten Banyak yang jadi pengusaha & dosen

Denny Bagus Irawan | Minggu, 20 November 2016 | 11:00

| Dibaca : 1352

Para Mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi Banten atau biasa disebut sebagai purna TKI, ternyata banyak yang telah menjadi pengusaha bahkan ada yang menjadi dosen di perguruan tinggi. Hal itu diketahui saat Balai Pelayanan Penempatan dan Perli (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

TANGERANGNews.com-Para Mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi Banten atau biasa disebut sebagai purna TKI, ternyata banyak yang telah menjadi pengusaha bahkan ada yang menjadi dosen di perguruan tinggi  Negeri, yakni salah satunya di Untirta.

 

Hal itu diketahui saat Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Serang  menggelar pameran usaha kecil menengah TKI purna di Mall Metrpolis Town Square, Kota Tangerang, kemarin. Ternyata mereka tidak hanya menjadi pengusaha kecil, tetapi ada juga yang menjadi dosen dengan jangkauan koneksi dalam bisnisnya sangat luas.

 

Dalam pembukaan acara tersebut, selain Kepala BP3TKI Serang, Gatot Hermawan juga Sestama BNP2TKI Hermono dan Deputi Perlindungan BNP2TKI Teguh Hendri Purnomo bahkan Hamidi, Kepala Disnakertrans Provinsi Banten turut hadir.

 

 

“Hari ini kita menggelar pameran produk-produk yang dihasilkan dari para purna TKI yang ada di Banten. Produk ini mulai dari makanan, pakaian, sandal,” ujar Hermono, Sestama BNP2TKI.

Menurutnya, kegiatan serupa juga akan dilakukan di setiap provinsi yang ada di Indonesia. Tujuannya, untuk meningkatkan ekonomi para TKI saat ini yang nantinya dapat menjadi mandiri, tanpa harus pergi kembali menjadi TKI. “Kan ini bagus seperti ini, para TKI malah membuka lapangan kerja, “ ujarnya.

Mereka yang sudah pulang ke tanah air, lalu dilatih berbagai macam keterampilan. “Disesuaikan dengan kesukaan TKI,” katanya.

Selain itu juga, pihaknya menghubungkan para TKI dengan pihak bank yang dapat meminjamkan kreditnya mencapai Rp500 juta. Sementara itu, dr. Nuryati Solapari SH MH mantan TKW di Arab Saudi mengatakan, dirinya bekerja menjadi TKW selama dua tahun, sejak 1998 sampai 2.000.

“Tetapi memang dari awal saya menjadi TKI sudah bertekat. Saya ingin melanjutkan pendidikan. Sebab orangtua saya memang bukan orangtua yang ada,” katanya.

Diakuinya, memang banyak sekali godaan saat menjadi TKI. “Saya kemudian ikut dalam pelatihan, dan memang berguna sekali hingga sampai saat ini,” ujarnya.

Sayangnya dalam acara tersebut, tidak semua TKI mendapatkan kursi yang sama dengan beberapa TKI lain. Kebanyakan dari TKI yang hadir tersebut duduk dilantai meski dengan antusias menonton pembukaan acara tersebut. .

 

KAB. TANGERANG
Bupati Tangerang: Pendidikan Pilar Pokok Bangsa

Bupati Tangerang: Pendidikan Pilar Pokok Bangsa

Kamis, 27 April 2017 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar mengatakan pendidikan merupakan pilar pokok bangsa dan faktor utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena menurutnya pendidikan merupakan wahana strategis untuk mempersiapkan sumber daya m

TANGSEL
Jokowi Bangun 6.000 Rumah DP 1% di Tangsel

Jokowi Bangun 6.000 Rumah DP 1% di Tangsel

Kamis, 27 April 2017 | 16:00

TANGERANGNEWS.com- Presiden Joko Widodo menantang PT PP Urban, selaku perusahaan konstruksi untuk membangun rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

KOTA TANGERANG
Politisi Tangerang Rebutan dampingi Arief

Politisi Tangerang Rebutan dampingi Arief

Kamis, 27 April 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah nama disebut-sebut bersedia untuk mendampingi Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam pilkada Kota Tangerang yang akan digelar pada 2018. Tak terkecuali Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi.

BANDARA
Operasional T3 Internasional Soetta, Puluhan Konter Imigrasi dan "Autogate" Disiapkan

Operasional T3 Internasional Soetta, Puluhan Konter Imigrasi dan "Autogate" Disiapkan

Kamis, 27 April 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Jelang operasional Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada 1 Mei 2017 mendatang, PT Angkasa Pura II menyiapkan puluhan konter imigrasi dan autogate di pintu keberangkatan maupun kedatangan. Hal itu dilakukan guna mengakomoda

"Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri kita. Cobalah lihat kupu-kupu, seandainya saja dia memiliki keraguan, maka dia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang hanya bisa merangkak."

Larispique Philidor