Connect With Us

2.000 Buruh Tangerang Demo ke Provinsi Banten, Minta Gaji Rp3,5 Juta

Denny Bagus Irawan | Senin, 21 November 2016 | 11:00

| Dibaca : 7881

Buruh Tangerang Demonstrasi. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 
TANGERANGNews.com-Serikat pekerja di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang menggelar aksi demonstrasi, Senin (21/11/2016). Mereka bersama-sama menuju ke Provinsi Banten untuk meminta gaji atau UMK 2017 dinaikan menjadi Rp3,5 juta dari sebelumnya yakni Rp3 Juta. Baca Juga :Kota Tangerang Mulai Godok UMK 2017

Ketua Perda KSPI Provinsi Banten, Riden Hatam Aziz mengatakan, gaji Rp3.050.000 sudah tidak bisa lagi menutupi kebutuhan hidup layak untuk para buruh. Karenanya, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menaikan gaji sebesar 20 persen atau menjadi sekitar Rp3,5 juta.

"Hari ini kita aksi dari aliansi buruh, kita buka volumenya estimasi 2.000 buruh saja. Ini ke Pemprov Banten.
Kami akan menyampaikan itu kepada pemerintah," ujar Riden. 

Dasar kenaikan sebesar itu, menurut Riden menggunakan survey dari kebutuhan hidup layak buruh di Tangerang Raya. Menurutnya, kondisi di Tangerang Raya tidak bisa disamakan dengan kebutuhan buruh di Lebak atau Serang. "Di sini sama dengan hidup seperti di DKI Jakarta, kondisi industri di sini berbeda dengan  di daerah lain, kami sama dengan DKI Jakarta. Harga di Tangerang juga sama dengan di Jakarta," ujar Riden.

Selain mengusulkan gaji sebesar itu, buruh juga menolak PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan yang mereka kaji bentrok dengan Undang-undang
No.13 tahun 2003. Sebab, dengan adanya PP, kepala daerah menjadi bingung akan mengikuti dasar yang mana untuk menentukan UMK. "Saya akui PP No.78 ini  membuat kepala daerah bingung. Karena mereka harus ikut yang mana, karenanya harus clear, cabut PP No.78 2015," ujarnya.

NASIONAL
PKS Ingatkan Pemerintah Untuk Prioritaskan Kepentingan Publik

PKS Ingatkan Pemerintah Untuk Prioritaskan Kepentingan Publik

Rabu, 7 Juni 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Fraksi PKS DPR menyelenggarakan _Focussed Group Discussion (FGD) dengan tema "Perlindungan Kepentingan Publik dalam Kebijakan Pertanahan di Indonesia" pada Rabu (7/6/2017).

TOKOH
SOSOK : IPDA Edy Arianto, Kapospol Tanpa Cacat

SOSOK : IPDA Edy Arianto, Kapospol Tanpa Cacat

Rabu, 26 April 2017 | 13:00

TANGERANGNews.com- Disela kesibukanya dalam mengemban amanah sebagai anggota Polri. Ipda Edy Arianto tanpa henti tetap memperhatikan kebersihan lingkungan yang ada di sekitarnya.

TANGSEL
Jelang Lebaran, Pewarta TV Tangsel Berbagi Sesama

Jelang Lebaran, Pewarta TV Tangsel Berbagi Sesama

Kamis, 22 Juni 2017 | 18:30

TANGERANGNEWS.com-Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H yang tinggal menghitung hari lagi membuat berbagai pihak berlomba-lomba mencari amal kebaikan dan saling berbagi selama bulan puasa Ramadan ini. Tak terkecuali yang dilakukan para pewarta televisi Tan

KOTA TANGERANG
Pelaku Penembak Gadis di Tangerang Diringkus, Keluarga Merasa Lega

Pelaku Penembak Gadis di Tangerang Diringkus, Keluarga Merasa Lega

Kamis, 22 Juni 2017 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Pelaku penembakan Italia Chandra Kirana Putri, 23, dokter gigi yang tewas setelah meneriaki begal motor saat tengah beraksi di rumahnya di Bugel Indah, Karawaci, Kota Tangerang, ternyata sudah diringkus aparat Kepolisian.

"Kita harus mencari kesempatan dalam setiap kesulitan bukannya dilumpuhkan karena memikirkan kesulitan dalam setiap kesempatan."

Walter E. Cole