Connect With Us

Debat Publik Pilkada Banten, Ini Janji 2 Kandidat

Denny Bagus Irawan | Rabu, 28 Desember 2016 | 15:00

| Dibaca : 1637

Debat Publik Pilkada Banten 2017. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Debat publik Pilkada Banten disiarkan langsung di Metro TV semalam. Dalam debat tersebut, kedua pasangan kandidat tampak kaku dan masih demam panggung.  Kedua pasangan saat diminta moderator untuk menyampaikan visi misinya terlihat masih belum lepas. 

Wahidin Halim misalnya, dia  emosi dengan penonton yang mencibirnya kala dia menyampaikan bahwa dia bersama Andhika Hazrumy anti terhadap korupsi.  Pada bagian ini, Wahidin sempat mengomel kepada penonton yang mencibirnya. 

Sedangkan Rano terlihat keserimpet saat menyampaikan visi misinya ketika menyebutkan kata selaras untuk diteruskan calon Embay Mulya Syarif.  Wahidin Halim mengatakan, Banten harus maju, sejahtera dalam kondisi masyarakatnya yang berahlakul karimah. "Pendidikan harus maju, kita anti korupsi.  Berikutnya kesehatan, masyarakat harus berkualitas. Orang Banten harus sehat.  Kita bangun infrastruktur yang memadai. Biayai kesehatan pernah saya lakukan selama 10 tahun. Dengan KTP gratis. Cukup KTP gratis," ujarnya. 

Andhika lalu melanjutkan, untuk pembangunan Banten harus dilihat dari tiga dimensi tentang penguatan sumber daya masyarakat.  Namun, putra dari mantan gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu kehabisan waktu. Andhika tidak sempat melanjutkan penyampaian visi misi. 

Sedangkan Rano Karno menyempatkan diri untuk mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Tangerang yang tepat hari itu berusia 73 tahun. Dia lalu melanjutkan menyampaikan visi misinya. 

"16 tahun lalu Banten berdiri dengan tujuan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya. Satu setengah tahun saya bekerja keras sebagai gubernur definitif. Namun, rasanya belum cukup untuk mengatasi kesenjangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteran masyarakat. Infrastruktir juga harus ditangani serius. Hal ini diperparah oleh korupsi sebagai warisan dari masa lalu yang harus diselesaikan," katanya.

"Banten harus bangkit maju dan sejahtera. Meningkatkan SDM yang berdaya saing. Memperkuat singergi dengan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten /kota yang seimbang dan selaras," katanya. 

Sedangkan Embay Mulya Syarif mengatakan, sebagai orang yang menjadi pelaku sejarah berdirinya Provinsi Banten dia optimis bisa mensejahterakan masyarakat Banten. “Dan saya sebagai salah seorang pelaku sejarah pendiri Banten akan berusaha memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Banten untuk mewejudkannya bersama Rano Karno,” tuntasnya.

 

BISNIS
Apple Bangun Pusat Riset di The Breeze BSD

Apple Bangun Pusat Riset di The Breeze BSD

Kamis, 30 Maret 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Apple membangun pusat riset di Green Office Park, BSD City, Tangerang, Banten. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari persyaratan Pemerintah yang mewajibkan untuk pemasaran iPhone di Indonesia.

BANDARA
Kereta Tanpa Masinis di Bandara Soekarno-Hatta beroperasi Agustus 

Kereta Tanpa Masinis di Bandara Soekarno-Hatta beroperasi Agustus 

Rabu, 28 Juni 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Kereta tanpa masinis di Bandara Soekarno-Hatta beroperasi pada Agustus 2017. Demikian hal itu diungkapkan Tina T Kemala Intan Director Of Human Capital, IT and General Affair PT Angkasa Pura II, saat ditemui di Posko Utama Lebaran Ban

TANGSEL
Jelang Lebaran, Pewarta TV Tangsel Berbagi Sesama

Jelang Lebaran, Pewarta TV Tangsel Berbagi Sesama

Kamis, 22 Juni 2017 | 18:30

TANGERANGNEWS.com-Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H yang tinggal menghitung hari lagi membuat berbagai pihak berlomba-lomba mencari amal kebaikan dan saling berbagi selama bulan puasa Ramadan ini. Tak terkecuali yang dilakukan para pewarta televisi Tan

WISATA
<i>Coffee Rider</i> Tempat Ngopi Favorit <i>Bikers</i> di Tangerang

Coffee Rider Tempat Ngopi Favorit Bikers di Tangerang

Minggu, 21 Mei 2017 | 13:00

“Awalnya masih berupa kedai dan tempatnya masih outdoor di depan toko baju Monochrome. Tenyata banyak yang suka, anak-anak motor kostum sering mampir untuk ngopi. Karena peminatnya banyak tapi tempatnya kecil, kita pindah ke tempat yang lebih besar di la

"Kita harus mencari kesempatan dalam setiap kesulitan bukannya dilumpuhkan karena memikirkan kesulitan dalam setiap kesempatan."

Walter E. Cole